Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemerintah Targetkan 35.872 KDMP Rampung Agustus 2026, Ini Fungsinya
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam agenda Rapat Koordinasi Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih, Senin (20/7/2026). (IDN Times/ Zahira Hilman)
  • Pemerintah menargetkan pembentukan 35.872 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) selesai pada Agustus 2026 untuk memperkuat infrastruktur ekonomi desa.
  • Kopdes akan berfungsi menyalurkan bantuan dan barang bersubsidi, menjadi offtaker hasil panen petani, serta lokasi operasi pasar di tiap desa.
  • Penyusunan Peraturan Presiden tentang operasional Kopdes sedang dikebut oleh tim Kemenko Pangan dan ditargetkan rampung dalam satu bulan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan sebanyak 35.872 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) rampung pada Agustus 2026. Hal itu disampaikan Zulhas usai memimpin Rapat Koordinasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih di Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026).

Menurut dia, setelah pembentukan Kopdes rampung, pemerintah akan mulai menempatkan pengelola agar koperasi tersebut dapat menjalankan fungsinya.

“Hampir rampung sebanyak 35.872. Insyaallah di bulan Agustus bisa selesai. Tahun ini kira-kira 35.872 itu yang kita selesaikan. Kita akan penempatan orang-orang dan tentu agar ini bisa berjalan dengan baik,” kata Zulhas.

1. Jadi penyalur bantuan dan barang bersubsidi

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam agenda Rapat Koordinasi Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih, Senin (20/7/2026). (IDN Times/ Zahira Hilman)

Zulhas mengatakan, Kopdes akan menjadi infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan berbagai bantuan dan barang bersubsidi kepada masyarakat desa.

Menurut dia, bantuan pangan hingga pupuk subsidi nantinya akan disalurkan melalui Kopdes.

“Bantunya dari Bapanas langsung ke Kopdes, Kopdes yang bagi. Ada juga subsidi, misalnya pupuk. Penyaluran pupuk itu melalui Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Zulhas.

2. Jadi offtaker hasil petani

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam agenda Rapat Koordinasi Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih, Senin (20/7/2026). (IDN Times/ Zahira Hilman)

Selain menyalurkan bantuan, Kopdes juga akan berfungsi sebagai offtaker atau pembeli hasil panen petani.

Zulhas mencontohkan, apabila harga gabah di suatu daerah hanya Rp5.000 per kilogram, sementara pemerintah menetapkan harga Rp6.500, maka Kopdes akan membeli gabah sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah.

“Maka koperasi harus membeli Rp6.500. Itu dia berfungsi sebagai offtaker,” kata dia.

3. Jadi lokasi operasi pasar

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam agenda Rapat Koordinasi Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih, Senin (20/7/2026). (IDN Times/ Zahira Hilman)

Kopdes juga akan dimanfaatkan sebagai lokasi pelaksanaan operasi pasar.

Zulhas menuturkan, langkah itu membuat pemerintah dapat langsung menyalurkan beras operasi pasar ke setiap desa melalui Kopdes.

“Kalau ada operasi pasar langsung ke Kopdes. Jadi tiap desa ada barangnya,” terang dia.

Untuk mendukung pelaksanaan tiga fungsi tersebut, pemerintah tengah menyusun Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur mekanisme operasional Kopdes, termasuk penyaluran bantuan dan barang bersubsidi.

4. Perpres ditargetkan rampung dalam satu bulan

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam agenda Rapat Koordinasi Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih, Senin (20/7/2026). (IDN Times/ Zahira Hilman)

Dalam kesempatan yang sama, Zulhas menjelaskan pemerintah telah membentuk tim yang dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Tatang Yuliono, untuk menyusun Perpres mengenai operasional Kopdes.

Perpres yang menjadi inisiatif Kementerian Koperasi dan Kementerian Desa itu ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan.

“Sudah dibikin tim langsung dipimpin oleh Pak Tatang di Deputi Menko Pangan untuk menyelesaikan Perpres yang inisiatifnya nanti dari Menteri Koperasi dan Menteri Desa. Dikasih target satu bulan ini selesai sehingga yang lain-lainnya bisa kita kerjakan dengan baik,” pungkas Zulhas.

Curated For You

Editorial Team

Related Article