Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penyaluran Bansos-Barang Subsidi Dialihkan ke Kopdes Mulai September
Menko Pangan Zulkifli Hasan memegang besi pada bodi truk bertuliskan kopdes merah putih saat berbincang dengan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
  • Pemerintah akan menyalurkan seluruh bantuan sosial dan barang subsidi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai September 2026, menggantikan mekanisme lama lewat kantor pemerintahan.
  • Sekitar 25 ribu Kopdes ditargetkan beroperasi pada Agustus–September 2026 dan meningkat menjadi 35.862 unit hingga akhir tahun, sebelum pengelolaannya diserahkan ke desa setelah dua tahun.
  • Seluruh kementerian dan lembaga diminta mendukung operasional Kopdes karena berbagai program bantuan berasal dari instansi berbeda seperti Kemensos, BUMN, Kementan, serta Kementerian ESDM.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, pemerintah akan menyalurkan berbagai bantuan dan barang subsidi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau Kopdes dan Kopkel Merah Putih.

Kopdes dan Kopkel Merah Putih nantinya menjadi tempat penyaluran berbagai program pemerintah yang sebelumnya dilakukan melalui kantor-kantor pemerintahan.

"Barang-barang subsidi, barang-barang bantuan pemerintah, semua nanti penyalurannya melalui Koperasi Desa Merah Putih atau Koperasi Kelurahan Merah Putih," kata dia kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

1. Pengambilan bansos dipusatkan di kopdes mulai September

Koperasi Desa Merah Putih Indrasari, di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menjadi Kopdes percontohan dan satu-satu yang beroperasi sejak awal. (Hendra Lianor/IDN Times)

Zulhas mengatakan, seluruh bantuan sosial dan bantuan pemerintah akan disalurkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Mekanisme tersebut diperkirakan mulai berjalan pada September 2026.

Sebelumnya, masyarakat mengambil sejumlah bantuan melalui kantor pemerintahan. Namun, setelah operasionalisasi kopdes dimulai, penyaluran akan dipusatkan melalui koperasi tersebut.

"Operasi kita perkirakan September," kata mantan Menteri Perdagangan (Mendag) itu.

2. 25 ribu koperasi ditargetkan beroperasi September

Gerai Kopdes Merah Putih di Pakansari Bogor. IDN/Times Linna Susanti

Zulhas menyebut, sekitar 25 ribu Koperasi Desa Merah Putih ditargetkan siap beroperasi pada Agustus-September 2026. Jumlah tersebut akan bertambah menjadi 35.862 koperasi hingga akhir 2026.

Operasional kopdes oleh negara akan berjalan selama dua tahun untuk dilakukan perbaikan dan penyelesaian berbagai hal. Setelah itu, pengelolaan koperasi akan diserahkan kepada desa karena koperasi tersebut merupakan milik desa.

"Setelah 2 tahun diserahkan kepada desa. Nah ini. Desa, karena itu koperasi milik desa. Ya, jelas ya," tuturnya.

3. Seluruh kementerian diminta mendukung operasional Kopdes

Sidang Kabinet Paripurna 13 Maret 2026, Presiden Prabowo dan Wapres Gibran duduk sejajar (dok. Sekretariat Presiden)

Zulhas mengatakan, dukungan terhadap Koperasi Merah Putih tidak hanya berasal dari TNI dan Polri, tetapi juga seluruh kementerian dan lembaga. Sebab, berbagai program yang akan disalurkan melalui koperasi berasal dari sejumlah instansi.

Bantuan sosial berasal dari Kementerian Sosial, pupuk dari BUMN, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian, serta LPG 3 kilogram dari Kementerian ESDM.

"Tadi Bapak Presiden memastikan Koperasi Desa Merah Putih, Koperasi Kelurahan Merah Putih, Koperasi Nelayan Merah Putih dipastikan harus didukung oleh semua kementerian/lembaga," kata Zulhas.

Editorial Team

Related Article