Jakarta, IDN Times - Pakistan resmi memberlakukan kebijakan penghematan energi besar-besaran pada Senin (9/3/2026). Langkah ini diambil untuk menghadapi krisis energi dan kenaikan harga minyak dunia yang semakin membebani keuangan negara.
Dalam aturan baru tersebut, pemerintah memotong jatah bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan dinas hingga 50 persen serta menghentikan operasional sebagian besar armada kendaraan milik negara.
Strategi penghematan ini juga menyasar sektor birokrasi dan pendidikan dengan mengurangi hari kerja serta meliburkan sekolah selama dua minggu. Sebagai bentuk kepedulian, para menteri dan anggota parlemen bahkan sepakat untuk tidak mengambil gaji mereka demi membantu masyarakat yang kesulitan akibat kenaikan harga barang. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga stok energi nasional dan memastikan anggaran negara tetap aman di tengah situasi konflik global yang tidak menentu.