Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perang Timur Tengah Memanas, Rupiah Tembus Rp16.931 per Dolar
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
  • Rupiah dibuka melemah ke posisi Rp16.931 per dolar AS, turun 59 poin atau 0,35 persen dibanding penutupan sebelumnya di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah.
  • Sentimen risk off akibat konflik antara AS, Israel, dan Iran membuat investor menghindari aset berisiko seperti rupiah, menambah tekanan pada nilai tukar Indonesia.
  • Kenaikan harga minyak mentah dunia turut membebani ekonomi global dan nasional, sementara rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif di kisaran Rp16.800–Rp16.950 sepanjang hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah terpantau melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat mengawali perdagangan Rabu (4/3/2026). Rupiah dibuka di posisi Rp16.931 per dolar AS pagi ini.

Berdasarkan data Bloomberg rupiah mengalami pelemahan sebesar 59 poin poin atau 0,35 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp16.872 per dolar AS.

1. Bayang-bayang perang besar bikin investor cari aman

Pengamat pasar uang Lukman Leong memperkirakan pergerakan rupiah hari ini masih akan dibayangi tekanan sentimen risk off. Istilah tersebut merujuk pada kondisi di mana para investor cenderung merasa takut.

Pada situasi tersebut, investor lebih memilih untuk menghindari aset-aset berisiko, seperti mata uang negara berkembang termasuk rupiah akibat perkembangan perang yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.

"Rupiah diperkirakan masih dalam tekanan sentimen risk off dari perkembangan perang AS-Israel-Iran," kata Lukman.

2. Lonjakan harga minyak mentah ancam ekonomi nasional

Kenaikan harga minyak mentah dunia akibat konflik bersenjata juga menjadi perhatian. Hal itu dikhawatirkan memberikan beban tambahan bagi perekonomian global, tidak terkecuali Indonesia.

"Kenaikan harga minyak mentah juga dikhawatirkan akan membebani ekonomi global termasuk Indonesia," ujar Lukman.

3. Proyeksi pergerakan rupiah sepanjang hari ini

Melihat kinerja sejak awal tahun atau year-to-date (ytd), rupiah melemah 1,49 persen. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir atau 52 minggu, mata uang Indonesia bergerak di rentang Rp16.079 hingga Rp17.224 per dolar AS.

Untuk keseluruhan perdagangan hari ini, Lukman memprediksi rupiah akan terus bergerak fluktuatif mengikuti dinamika geopolitik yang ada, yakni dalam rentang Rp16.800 hingga Rp16.950 per dolar AS.

Editorial Team