Trump Akui Incar Minyak di Venezuela usai Tangkap Maduro

- Venezuela mencuri minyak dari AS dengan kekerasan, merugikan AS miliaran dolar.
- Trump akan mengirim perusahaan minyak AS untuk memperbaiki industri minyak Venezuela dan membuat negara itu kaya.
- AS melakukan impor minyak dalam skala besar, 70% adalah heavy oil, sehingga penting bagi AS untuk mendapatkan pasokan minyak mentah dari Venezuela.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump membeberkan niat lainnya usai menyerang Venezuela dan menculik Presiden Nicolás Maduro beserta istri, Cilia Flores.
Trump menyatakan alasannya menangkap Maduro, yaitu perihal terorisme dan narkoba. Namun, dia juga menyatakan Venezuela pernah menyebabkan kerugian terhadap AS dalam sektor perminyakan.
“Mereka mengambil semua properti kita, itu adalah properti kita, kita yang membangunnya. Dan kita tidak pernah memiliki presiden yang memutuskan untuk melakukan apapun tentang hal itu. Sebaliknya, mereka berperang di tempat yang berjarak 10.000 mil,” kata Trump dalam konferensi pers, Sabtu (3/1/2026).
1. Sebut Venezuela mencuri minyak dari AS

Trump mengklaim, AS telah membangun industri minyak Venezuela dengan para ahli dari negaranya. Namun, dia mengklaim, Venezuela mencuri dari AS dengan kekerasan.
“Ini merupakan salah satu perampasan aset Amerika terbesar dalam sejarah negara kita,” tutur Trump.
2. Bakal kerahkan perusahaan minyak AS buat garap sumber minyak Venezuela

Atas hal tersebut, Trump menyatakan niatnya untuk bertindak. Menurutnya, belum pernah ada Presiden AS yang bertindak selain dirinya.
“Venezuela secara sepihak menyita dan menjual minyak Amerika, aset Amerika, dan platform Amerika, yang merugikan kita miliaran dolar yang telah mereka berikan kepada kita beberapa waktu lalu. Tetapi kita tidak pernah memiliki presiden yang melakukan apa pun tentang hal itu,” tutur Trump.
Trump sendiri menyebutkan Venezuela punya sumber minyak yang besar. Namun, negara itu dinilainya gagal mengelola industri perminyakannya.
“Seperti yang semua orang tahu, bisnis minyak di Venezuela telah gagal total untuk waktu yang lama. Mereka hampir tidak memompa apa pun dibandingkan dengan apa yang seharusnya bisa mereka pompa dan apa yang seharusnya bisa terjadi,” ujar Trump.
Dia mengatakan, perusahaan minyak AS bakal masuk ke Venezuela dan memperbaiki industri tersebut. Dengan pede dia menyatakan akan membuat Venezuela kaya.
“Kita akan meminta perusahaan minyak Amerika Serikat yang sangat besar, yang terbesar di dunia, untuk masuk dan menghabiskan miliaran dolar untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak, dan mulai menghasilkan uang untuk negara ini,” tutur Trump.
3. Mengapa minyak di Venezuela penting bagi AS?

Berdasarkan data US Energy Information Administration (EIA) yang dikutip dari tayangan berita SkyNews, Minggu (4/1/2025), sebagai negara produsen minyak, AS juga melakukan impor minyak dalam skala besar.
Impor minyak yang dilakukan AS terbagi menjadi tiga jenis, yakni minyak dengan densitas ringan (light oil), minyak dengan densitas sedang (medium oil), minyak dengan densitas berat (heavy oil).
Tingkat densitas itu menunjukkan perbedan kandungan sulfur, mulai dari rendah untuk light oil, sedang untuk medium oil, dan padat atau kental untuk heavy oil.
Pada tahun 1970-an, impor heavy oil AS hanya 12 persen dari total impor minyak mentah. Namun, per 2025, impor minyak mentah yang dilakukan AS, 70 persennya adalah heavy oil.
Impor minyak mentah yang dilakukan AS sebagian besar berasal dari Kanada. Pada tahun 2000-an, impor minyak mentah dari Kanada hanya 15 persen, dan per 2024 meningkat menjadi 61 persen.
Lantas, mengapa minyak mentah di Venezuela penting bagi AS?
Berdasarkan analisis SkyNews, kilang-kilang minyak di AS sebagian besar dirancang untuk mengolah heavy oil.
Adapun kilang-kilang dengan kapasitas besar di AS terletak di wilayah Utara dekat dengan Kanada, dan juga di wilayah Selatan, dekat dengan Venezuela.
Jika melihat kebutuhan kilang minyak AS, faktanya memang hanya ada tiga negara di dunia dengan sumber heavy oil terbesar, yaitu Kanada, Venezuela, dan terakhir adalah Rusia.
Selain itu, Venezuela memiliki pasokan minyak mentah yang masih tersedia sebanyak 304 miliar barel. Angka tersebut merupakan yang terbesar di dunia, mengalahkan negara-negara di Timur Tengah seperti Arab Saudi, Iran, Irak, Uni Emirat Arab (UEA), dan Libya. Kapasitas sumber minyak mentah yang masih tersedia di Venezuela juga melampaui AS, Kanada, dan Rusia.



















