"Kami meminta Pertamina menuntaskan persoalan tersebut dalam waktu 2-3 hari ke depan, agar antrean panjang di SPBU bisa terurai," jelas Richard.
Pertamina Tambah Penyaluran Pertalite Atasi Antrean di Sulawesi Utara

- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah penyaluran Pertalite 30 persen di Sulawesi Utara untuk mengatasi antrean kendaraan di sejumlah SPBU.
- Operasional SPBU diperkuat melalui tambahan operator, petugas marshall, dan pengoperasian Integrated Terminal Bitung 24 jam, disertai koordinasi pemerintah daerah serta aparat keamanan.
- Pemkot Manado menyebut keterlambatan distribusi 3.000 kiloliter Pertalite sebagai salah satu penyebab antrean, dan meminta Pertamina menyelesaikannya dalam 2-3 hari.
Jakarta, IDN Times - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite sebesar 30 persen dari rata-rata normal harian untuk mengatasi antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sulawesi Utara.
Selain menambah pasokan, Pertamina memperkuat operasional SPBU, menambah jumlah operator, serta mengoperasikan Integrated Terminal (IT) Bitung selama 24 jam untuk mendukung kelancaran distribusi BBM.
1. Tambah penyaluran Pertalite sebesar 30 persen

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menambah pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Bali sebanyak 20 juta liter. (Dok/Istimewa). Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto mengatakan, perusahaan juga menurunkan petugas marshall untuk membantu mengatur antrean kendaraan di area SPBU.
Pertamina turut berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan aparat penegak hukum untuk mengatur arus lalu lintas serta mengawasi proses pengisian BBM.
“Kami melakukan penambahan penyaluran Pertalite sebesar 30 persen dari rata-rata harian normal, disertai penguatan operasional di SPBU dan Integrated Terminal Bitung yang beroperasi selama 24 jam. Kami juga menambah operator, menurunkan petugas marshall, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk membantu mengatur arus lalu lintas dan menjaga ketertiban di SPBU,” ujar Lilik dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2026).
2. Pertamina menyatakan akan terus mengoptimalkan penyaluran dan pelayanan di lapangan

Suasana SPBU di Waingapu usai sidak Pertamina bersama Pemda dan Polres Sumba Timur. (Dok. Pertamina) Di tengah antrean kendaraan, Pertamina juga membagikan air mineral kepada konsumen yang menunggu giliran mengisi BBM. Pertamina menyatakan akan terus mengoptimalkan penyaluran dan pelayanan di lapangan serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga kelancaran distribusi BBM di Sulawesi Utara.
Perusahaan mengimbau masyarakat untuk tetap tertib saat mengantre, mengikuti arahan petugas, dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Masyarakat yang mengalami kendala pelayanan atau menemukan indikasi pelanggaran dalam penyaluran BBM dapat melapor melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135.
3. Wakil Wali Kota Manado gelar rapat dengan Pertamina

SPBU self service (IDN Times/Dok. Pertamina) Sebelumnya, Pemerintah Kota Manado menggelar rapat bersama Pertamina Wilayah SulutGo di Kantor Wali Kota Manado. Wakil Wali Kota Manado, Richard Sualang, menyebut pihaknya meminta penjelasan kepada Pertamina terkait kemungkinan penyebabnya. Salah satu penyebabnya adalah keterlambatan distribusi 3.000 kiloliter pertalite. BBM subsidi tersebut baru tiba di PT Pertamina (Persero) Integrated Terminal Bitung pada 13 Oktober 2026.


















