Jakarta, IDN Times - Peruri mendorong Indonesia menguasai teknologi tingkat tinggi, terutama industri semikonduktor. Kemandirian teknologi dinilai penting agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen di tengah persaingan teknologi global.
Direktur Utama Peruri menyampaikan hal tersebut dalam Peruri Digital Summit 2026. Dia menyebut, Presiden Prabowo Subianto mengarahkan Indonesia agar mandiri dalam desain dan produksi chip, akal imitasi atau artificial intelligence (AI), serta infrastruktur digital.
"Bapak Presiden telah menegaskan bahwa kedaulatan bangsa kita ke depan tidak hanya diukur oleh kekuatan pertahanan fisik semata atau ketahanan pangan, tetapi dari kedaulatan dan kemandirian teknologi tingkat tinggi," katanya di Taman Kota Peruri, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, Indonesia perlu memiliki kemampuan untuk menciptakan, mengelola, dan melindungi infrastruktur strategisnya sendiri. Dalam forum bertema Building Technology of the Future yang berlangsung selama dua hari, Peruri membahas tiga teknologi yang berkaitan dengan kedaulatan digital nasional, yakni semikonduktor, AI, dan post-quantum cryptography.
Semikonduktor menjadi fondasi kemandirian perangkat keras. Peruri menilai Indonesia perlu mampu mengembangkan chip mikrokontroler untuk identitas digital dan dokumen negara secara mandiri agar tidak rentan terhadap gangguan rantai pasok asing. Sementara itu, AI dapat digunakan untuk mendeteksi anomali keamanan dan mempercepat tata kelola perusahaan.
"Post-quantum cryptography. Sistem pertahanan absolut kita, kita harus memitigasi ancaman peretasan komputer quantum sejak hari ini, melindungi aset serta rahasia negara dari risiko peretasan informasi vital di masa yang akan datang," ujar dia.
