Peruri Dorong RI Mandiri Produksi Chip, AI dan Infrastruktur Digital

Peruri mendorong kemandirian Indonesia dalam desain dan produksi chip, AI, serta infrastruktur digital untuk memperkuat kedaulatan teknologi.
Chip Hackathon melibatkan 338 mahasiswa dari 41 perguruan tinggi, dengan lima tim mengikuti bootcamp dan tiga tim menuju presentasi final.
Peruri menjalankan mandat sebagai GovTech dan menyoroti keamanan siber untuk mendukung sistem pemerintahan serta pelayanan publik.
Jakarta, IDN Times - Peruri mendorong Indonesia menguasai teknologi tingkat tinggi, terutama industri semikonduktor. Kemandirian teknologi dinilai penting agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen di tengah persaingan teknologi global.
Direktur Utama Peruri menyampaikan hal tersebut dalam Peruri Digital Summit 2026. Dia menyebut, Presiden Prabowo Subianto mengarahkan Indonesia agar mandiri dalam desain dan produksi chip, akal imitasi atau artificial intelligence (AI), serta infrastruktur digital.
"Bapak Presiden telah menegaskan bahwa kedaulatan bangsa kita ke depan tidak hanya diukur oleh kekuatan pertahanan fisik semata atau ketahanan pangan, tetapi dari kedaulatan dan kemandirian teknologi tingkat tinggi," katanya di Taman Kota Peruri, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, Indonesia perlu memiliki kemampuan untuk menciptakan, mengelola, dan melindungi infrastruktur strategisnya sendiri. Dalam forum bertema Building Technology of the Future yang berlangsung selama dua hari, Peruri membahas tiga teknologi yang berkaitan dengan kedaulatan digital nasional, yakni semikonduktor, AI, dan post-quantum cryptography.
Semikonduktor menjadi fondasi kemandirian perangkat keras. Peruri menilai Indonesia perlu mampu mengembangkan chip mikrokontroler untuk identitas digital dan dokumen negara secara mandiri agar tidak rentan terhadap gangguan rantai pasok asing. Sementara itu, AI dapat digunakan untuk mendeteksi anomali keamanan dan mempercepat tata kelola perusahaan.
"Post-quantum cryptography. Sistem pertahanan absolut kita, kita harus memitigasi ancaman peretasan komputer quantum sejak hari ini, melindungi aset serta rahasia negara dari risiko peretasan informasi vital di masa yang akan datang," ujar dia.
1. Peruri libatkan 338 mahasiswa dari 41 kampus dalam hackathon chip

ilustrasi kantor pusat Peruri (peruri.co.id) Peruri menilai, penguasaan teknologi tidak cukup hanya dengan mengembangkan infrastruktur dan regulasi. Ketersediaan talenta yang mampu merancang dan mengembangkan teknologi juga menjadi kebutuhan.
"Sebaik apapun teknologi dan regulasi yang kita bangun semuanya akan menjadi mati tanpa adanya talenta unggul yang menjalankannya," tuturnya.
Salah satu upaya yang dilakukan Peruri ialah menggelar Chip Hackathon yang berfokus pada inovasi desain chip. Program tersebut menerima pendaftaran dari 98 tim yang melibatkan 338 mahasiswa dari 41 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Dari seluruh peserta, lima tim terbaik mengikuti pelatihan intensif atau bootcamp. Tiga tim terbaik dijadwalkan mengikuti presentasi final atau final pitching dalam sesi Masterclass pada hari berikutnya. Program tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan desain chip, bidang yang berkaitan dengan pengembangan industri semikonduktor nasional.
Peruri Digital Summit 2026 juga menghadirkan pembicara utama dan narasumber untuk membahas pengembangan teknologi serta regulasi yang diperlukan dalam membangun kedaulatan digital Indonesia.
2. Peruri jadi GovTech dan integrasikan sistem digital kementerian

ilustrasi teknologi (pexels.com/ Tara Winstead) Selama lebih dari lima dekade, Peruri menjalankan mandat negara dalam produksi uang rupiah dan berbagai dokumen penting, seperti paspor, pita cukai, serta dokumen terkait sertifikat tanah.
Seiring perubahan dari transaksi fisik ke digital, Peruri tidak lagi hanya mencetak uang dan dokumen sekuriti fisik. Perusahaan tersebut juga mengembangkan teknologi untuk menjamin keaslian dokumen elektronik, sistem, dan identitas digital. Perubahan itu sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023 yang memberikan mandat kepada Peruri sebagai GovTech.
"Sebagai GovTech Peruri hadir menjadi akselerator digital nasional guna mendukung transformasi sistem pemerintahan berbasis elektronik yang terintegrasi, andal, dan bersandar keamanan tinggi tanpa harus merubah program digitalisasi yang sudah ada di Kementerian masing-masing," paparnya.
3. Peruri soroti keamanan siber untuk jaga pelayanan publik

ilustrasi seorang peretas siber (pexels.com/Tima Miroshnichenko) Peruri menilai infrastruktur digital kini menjadi bagian penting dalam operasional pemerintahan dan pelayanan publik. Keamanan siber menjadi salah satu aspek yang perlu dijaga untuk mempertahankan ketahanan nasional serta kepercayaan masyarakat.
Dalam pengembangan bisnisnya, Peruri menetapkan lima dimensi strategis. Kelimanya mencakup keamanan melalui perlindungan berlapis dan ketahanan siber proaktif, keunggulan teknologi yang interoperabel, tata kelola yang transparan dan akuntabel, keandalan layanan, serta kolaborasi dengan para pemangku kepentingan.
"Lima, kolaborasi strategis yaitu menggalang sinergi erat bersama pemangku kepentingan dari maaf demi membangun ekosistem digital Indonesia yang tangguh," kata dia.






















