Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prabowo Bakal Groundbreaking Proyek LNG, Kontribusi PDB US$137,7 M
Presiden Prabowo Subianto (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela di Maluku dengan nilai investasi sekitar US$20,9 miliar yang dikembangkan oleh INPEX, Pertamina, dan Petronas.
  • Proyek ini ditargetkan memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun serta berkontribusi pada PDB nasional hingga US$137,7 miliar dan menciptakan sekitar 12.000 lapangan kerja langsung.
  • LNG Abadi Masela menjadi proyek pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mendukung transisi energi ramah lingkungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto diagendakan melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Kamis (16/7/2026). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengatakan proyek tersebut dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd. bersama Pertamina dan Petronas dengan nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

"Proyek ini dirancang memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD, serta menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barel per hari untuk mendukung kebutuhan energi nasional," ujar Prasetyo dalam keterangannya, Kamis (16/7/

1. Sudah dikembangkan dalam tiga dekade

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/6/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Prasetyo menjelaskan, proyek tersebut sudah dikembangkan dalam tiga dekade setelah kontrak pertama ditken pada tahun 1998. Proyek tersebut akhirnya melalui tahap konstruksi pada tahun 2026.

"Hingga awal Juli 2026, progres Front End Engineering Design (FEED) telah mencapai 79,56 persen, melampaui target yang direncanakan, sementara berbagai perizinan strategis dan penyelesaian desain fasilitas utama terus berjalan sesuai jadwal menuju Final Investment Decision (FID) pada akhir tahun 2026," ucap dia.

2. Kilang LNG Masela diperkirakan jadi terbesar di Indonesia timur

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Prasetyo mengatakan, kilang LNG Masela ini diperkirakan menjadi yang terbesar di Indonesia bagian timur. Proyel tersebut diharapkan menjadi peluang untuk memperluas kesempatan kerja.

Proyek tesebut juga mengutamakan tenaga kerja lokal dari Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Proyek tersebut juga diperkirakan bisa memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar sekitar 137,7 miliar dolar AS hingga tahun 2055

"Kajian LPEM FEB UI memperkirakan proyek ini akan memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar sekitar US$137,7 miliar hingga tahun 2055, disertai peningkatan pendapatan negara dan daerah, penciptaan sekitar 12.000 lapangan kerja langsung pada masa konstruksi, serta memberikan dampak positif terhadap penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran, khususnya di Provinsi Maluku," kata dia.

3. LNG Masela integrasikan teknologi CCS

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Prasetyo menjelaskan, LNG Abadi Masela juga menjadi proyek LNG pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak tahap pengembangan.

"Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengembangkan sektor energi yang berdaya saing sekaligus lebih ramah lingkungan untuk mendukung transisi energi nasional," tambahnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article