ilustrasi panen kelapa sawit (pexels.com/jirolupat Malioboro)
Di tengah penurunan produksi dan ekspor, stok minyak sawit nasional justru meningkat. Gapki mencatat stok akhir Maret 2026 mencapai 2,568 juta ton, naik dari posisi akhir Februari 2026 sebesar 2,026 juta ton. Kenaikan stok terjadi karena penurunan ekspor lebih besar dibanding penurunan produksi dan konsumsi domestik.
“Dengan stok awal Maret 2026 sebesar 2.026 ribu ton, produksi 4.821 ribu ton, konsumsi 2.115 ribu ton dan ekspor 2.168 ribu ton, maka stok di akhir Maret 2026 menjadi 2.568 ribu ton,” tulis Gapki.
Meski volume ekspor turun, secara tahunan nilai ekspor sawit Indonesia masih meningkat. Hingga Maret 2026, nilai ekspor tercatat mencapai 9,66 miliar dolar AS atau naik 10,40 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar 8,75 miliar dolar AS.