Proyek Kilang-Storage Minyak Rusia di RI Masih Proses Finalisasi

- Rusia siap membangun infrastruktur energi di Indonesia untuk memperkuat cadangan dan ketahanan energi nasional, dengan rencana yang telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.
- Kerja sama pembangunan kilang dan storage akan berlangsung jangka panjang melalui skema G2G dan B2B, sementara nilai investasinya masih dalam tahap pembahasan akhir.
- Proyek ini berbeda dari Kilang Tuban karena memiliki skala lebih kecil dan bukan bagian dari kerja sama Pertamina-Rosneft yang menjadi proyek strategis nasional.
Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan Rusia telah menyatakan kesiapannya untuk membangun sejumlah infrastruktur energi di tanah air.
Bahlil memaparkan hal tersebut sebagai upaya memperkuat cadangan dan menjaga ketahanan energi nasional Indonesia. Rencana tersebut juga telah disampaikan ke Presiden Prabowo Subianto.
"Ada beberapa investasi mereka yang sudah siap untuk masuk, tetapi finalisasinya tunggu ada satu-dua putaran lagi dengan kami khusus untuk menyangkut dengan kilang dan storage. Nanti baru kami akan sampaikan," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Jumat (17/4/2026).
1. Skema kerja sama yang disiapkan

Mengenai mekanisme pembangunan fasilitas penyimpanan (storage), Bahlil menjelaskan kerja sama tersebut akan berjalan dalam jangka waktu yang panjang.
Skema yang digunakan melibatkan hubungan antarpemerintah (government to government/G2G) maupun antarbisnis (business to business/B2B). Urusan pembangunan storage menjadi bagian dari kesepakatan yang telah dilakukan sebelumnya.
"Jadi karena waktu kerja sama jangka panjang jadi kita melakukan baik G2G maupun B2B ya. Menyangkut dengan storage merupakan bagian daripada kesepakatan yang kemarin kita lakukan," paparnya.
2. Nilai investasi masih dibahas

Terkait nilai investasi untuk pembangunan kilang dan fasilitas penyimpanan tersebut, Bahlil menyebutkan pembahasan mengenai angka-angkanya sudah hampir rampung.
Namun, ketika ditanya mengenai target waktu penyelesaian finalisasinya, dia meminta diberikan waktu terlebih dahulu untuk menyelesaikan proses pembahasan tersebut hingga benar-benar tuntas.
"Tapi kalau untuk investasi kilang dan storage itu masih dalam pembahasan angka sedikit lagi selesai," ujar Bahlil.
3. Berbeda dengan proyek Kilang Tuban

Saat dikonfirmasi mengenai lokasi dan apakah proyek tersebut berkaitan dengan Kilang Tuban, Bahlil menjelaskan bahwa proyek infrastruktur dari Rusia tersebut berbeda dengan yang ada di Tuban.
Kilang Tuban sendiri merupakan proyek strategis nasional hasil kerja sama patungan (joint venture) antara PT Pertamina dan perusahaan minyak asal Rusia, Rosneft.
Bahlil memaparkan Kilang Tuban menghasilkan banyak produk dan memiliki skala yang sangat besar, sedangkan proyek yang sedang dibahas saat ini diproyeksikan memiliki skala yang tidak sebesar Kilang Tuban.
"Ya kalau di Tuban itu kan banyak produk yang dihasilkan dan skalanya kan skala besar. Tapi kalau yang ini mungkin dalam skala yang tidak sebesar di Tuban," kata dia.

















