Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Purbaya Tak Bayar Danantara untuk Ambil Alih Whoosh
Ilustrasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh. (dok. KCIC)
  • Kemenkeu tidak mengeluarkan pembayaran kepada Danantara dalam proses pengalihan kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.
  • Kemenkeu menerima penyertaan ekuitas dan menanggung kewajiban utang Whoosh ke depan.
  • Utang Whoosh akan ditangani BUMN di bawah Kemenkeu melalui skema SMV setelah pengalihan diperkirakan berlangsung pertengahan September 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (7/9/2026)

Purbaya menyatakan Kemenkeu tidak membayar Danantara dalam proses pengalihan Whoosh.

pertengahan September 2026

Penyerahan kereta cepat kepada Kemenkeu diperkirakan berlangsung. Kemenkeu kemudian akan menghitung kembali kewajiban utang Whoosh.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kemenkeu akan menerima pengalihan kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh tanpa pembayaran kepada Danantara, sambil menanggung kewajiban utangnya.
  • Who?
    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Kemenkeu, Danantara, dan BUMN di bawah Kemenkeu melalui skema SMV.
  • Where?
    Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
  • When?
    Purbaya menyampaikan keterangan pada Senin (7/9/2026). Penyerahan kereta cepat diperkirakan pada pertengahan September 2026.
  • Why?
    Pengalihan tidak melibatkan transaksi pembayaran; Kemenkeu menerima penyertaan ekuitas dan menanggung kewajiban utang Whoosh ke depan.
  • How?
    Setelah pengalihan, Kemenkeu akan menghitung kembali utang Whoosh. Perusahaan BUMN di bawah Kemenkeu akan menangani pembayaran melalui skema SMV.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Purbaya bilang Kemenkeu tidak memberi uang ke Danantara saat menerima kereta cepat Whoosh. Kemenkeu akan punya penyertaan ekuitas, tetapi juga menanggung utang Whoosh. Nanti perusahaan BUMN di bawah Kemenkeu yang membayar utangnya tiap tahun. Kereta cepat itu diperkirakan diserahkan pada pertengahan September 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernyataan Purbaya menunjukkan pengalihan Whoosh direncanakan tanpa biaya penyerahan bagi Kemenkeu. Kewajiban utang akan ditangani melalui BUMN di bawah Kemenkeu dengan skema SMV. Menurut Purbaya, keuntungan salah satu perusahaan SMV sekitar Rp3 triliun hingga Rp4 triliun per tahun cukup untuk membayar utang yang ada.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak mengeluarkan pembayaran kepada Danantara dalam proses pengalihan kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.

Menurut Purbaya, pengalihan tersebut tidak melibatkan transaksi pembayaran. Kemenkeu akan menerima penyertaan ekuitas tanpa mengeluarkan biaya, tetapi menanggung kewajiban utang Whoosh ke depan.

"Yang jelas kami nggak bayar, kami nggak bayar ke Danantara untuk penyerahan ini," kata Purbaya kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (7/9/2026).

1. SMV Kemenkeu yang bayar utang Whoosh

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Sarasehan 1.000 ekonom. (IDN Times/Triyan).

Purbaya mengatakan, kewajiban pembayaran utang Whoosh tersebut nantinya akan ditangani badan usaha milik negara (BUMN) yang berada di bawah Kemenkeu melalui skema Special Mission Vehicle (SMV).

Dia menegaskan, tidak ada biaya yang harus dikeluarkan Kemenkeu untuk proses penyerahan tersebut. Namun, pembayaran utang tetap harus dilakukan setiap tahun oleh perusahaan yang ditunjuk.

"Jadi nggak ada cost-nya buat saya. Tapi nanti tiap tahun saya bayar, eh perusahaan BUMN yang di bawah (Kementerian) Keuangan akan bayar itu," tuturnya.

2. Tak perlu cari investor baru

Peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (WNA) pengguna Kereta Cepat Whoosh pada periode Januari hingga Oktober 2025. (Dok. PT KCIC)

Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu mengatakan SMV yang menangani kewajiban Whoosh tidak perlu mencari investor baru untuk membayar utang tersebut.

Purbaya menyebut salah satu perusahaan SMV bisa memiliki keuntungan sekitar Rp3 triliun hingga Rp4 triliun per tahun. Menurutnya, keuntungan tersebut cukup untuk membayar utang yang ada saat ini.

"Sudah ada uangnya. Sudah ada juga kan kalau SMV. Let's say satu perusahaan SMV aja, keuntungannya berapa sekarang? Rp3 triliun, Rp4 triliun setahun. Ditambah dengan operasionalnya sendiri, mungkin dapat Rp800 miliar keuntungannya," kata dia.

3. Pengalihan Whoosh pertengahan bulan

Peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (WNA) pengguna Kereta Cepat Whoosh pada periode Januari hingga Oktober 2025. (Dok. PT KCIC)

Purbaya mengatakan, proses penyerahan kereta cepat kepada Kemenkeu diperkirakan berlangsung pada pertengahan September 2026. Setelah menerima pengalihan tersebut, Kemenkeu akan menghitung kembali kewajiban utang Whoosh.

Penanganannya kemudian akan dilakukan oleh perusahaan BUMN di bawah Kemenkeu. Purbaya belum menyebut perusahaan SMV yang akan ditugaskan menangani kewajiban tersebut.

"Kira-kira pertengahan bulan kita, dikasih ke kami kan kereta cepat. Ya sudah, kita beresin. Nanti utangnya ya kita hitung," ujar Purbaya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article