Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Raffi Ahmad Ungkap Tips Penting Kembangkan Bisnis UMKM, Siap Coba?

PRUI Bincang Karya #2-62.jpg
Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad saat hadir di Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025 (dok. Sampoerna)
Intinya sih...
  • Pengusaha UMKM harus luwes bergaul dan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk berkomunikasi.
  • Membangun relasi, menangkap peluang, dan membuka diri pada mentor, senior, dan junior merupakan kunci keberhasilan dalam bisnis.
  • Jangan takut memulai usaha skala kecil karena kesabaran dan ketekunan akan membawa kesuksesan dalam jangka panjang.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Salah hal yang menjadi kunci penting dalam mengembangan suatu usaha, terlebih usaha mikro kecil menengah (UMKM) adalah kolaborasi. Hal itu disampaikan oleh Raffi Ahmad, sosok selebritas yang juga dikenal sebagai pebisnis dengan banyak lini usaha mulai dari entertainment, olahraga, kuliner, hingga kosmetik.

“Sekarang itu orang Indonesia suka lihat toko sebelah sukses, dia iri, padahal seharusnya jangan. Seharusnya ajaklah untuk berkolaborasi, kenalan dengan yang punya toko, ajaklah supaya satu tambah satu tidak hanya jadi dua, tetapi satu tambah satu bisa jadi 10,” ujar pria yang kini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni, saat menghadiri Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025, dikutip Rabu (27/8/2025).

Untuk diketahui, Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025 adalah festival tahunan yang bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan melalui peningkatan kualitas SDM dan pemberdayaan UMKM. Acara yang digelar PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) atau Sampoerna ini menjadi ruang kolaborasi bagi pengusaha UMKM dan masyarakat untuk saling terhubung, belajar, dan berkembang.

1. Pengusaha UMKM harus luwes bergaul

UMKM Mbrebes Mili binaan INOTEK dan SETC. (dok. HM Sampoerna)
UMKM Mbrebes Mili binaan INOTEK dan SETC. (dok. HM Sampoerna)

Selain itu, Raffi juga mengingatkan pengusaha UMKM agar lebih luwes dalam bergaul. Apalagi, perkembangan teknologi telah membuka luas peluang berkomunikasi satu sama lain.

“Karena kalau dulu, mungkin kita mau bertemu sama Presiden saja, mau berkomunikasi, itu susah. Sementara, sekarang ada DM (direct message),” ujar Raffi.

“Saking perkembangan zaman segitu luwesnya, ya kita juga harus luwes. Jangan kaku,” sambung dia.

2. Membangun relasi dan menangkap peluang

ilustrasi relasi kerja (freepik.com/freepik)
ilustrasi relasi kerja (freepik.com/freepik)

Relasi juga menjadi salah satu kunci keberhasilan bagi Raffi. Dia bercerita bisa berdiri sampai saat ini dan berkarya selama 25 tahun, salah satunya berkat bantuan pihak lain. 

“Saat susah, saya dibantu teman, jadi ya link itu nomor satu. Teman itu penting, relasi juga penting, apalagi untuk bisnis,” ujar Raffi.

Dalam bisnis dan kehidupan, membangun jaringan luas sangat penting, termasuk membuka diri pada mentor, senior, dan junior. Raffi percaya bahwa relasi yang baik akan membawa kesempatan besar, terutama di tengah tantangan global dan ekonomi.

Bukan hanya itu, suami Nagita Slavina itu juga menyoroti pentingnya kepekaan dalam melihat dan menangkap suatu peluang. Menurutnya, sebanyak apa pun kemampuan yang dimiliki, jika seseorang melewatkan momen, maka peluang emas bisa hilang begitu saja.

"Momen itu adalah sebuah gift, golden time yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin," ujarnya.

Dalam dunia bisnis, kata Raffi, ada dua cara untuk merespons peluang, yakni menjadi perintis atau mengikuti perintis. Keduanya sah-sah saja selama tidak sekadar meniru atau atau menjadi copycat.

Dia pun menegaskan, dalam berbisnis, naik-turun adalah hal lumrah dan tidak semua bisnis langsung sukses. 

“Tidak ada yang langsung terbang. Ada yang dari bawah, ada yang dari atas,” ujar Raffi.

3. Jangan takut memulai

Rojo Sambel Si Aa Lampung. (IDN Times/Rohmah Mustaurida)
Rojo Sambel Si Aa Lampung. (IDN Times/Rohmah Mustaurida)

Sejalan dengan itu, Raffi juga mengingatkan para pengusaha UMKM agar tidak takut memulai meskipun dari usaha skala kecil.

Dia mencontohkan pengalamannya saat mengembangkan usaha kuliner Rojo Sambel, yang awalnya hanya dijalankan oleh pedagang kaki lima dengan modal Rp500 ribu hingga Rp 1 juta dan hanya memiliki satu cabang.

Setelah mendapatkan suntikan investasi, usaha tersebut berkembang pesat hingga memiliki 450 cabang. 

"Jadi, jangan pernah takut. Yang kecil bisa jadi besar, yang besar bisa jadi kecil. Kuncinya adalah bagaimana kita bisa menatanya agar bisnis tersebut bisa sustained," ujarnya, 

Kemudian, untuk tetap dapat bertahan di tengah tantangan eksternal seperti daya beli masyarakat yang melemah, Raffi menekankan pentingnya kesabaran lantaran tidak ada kesuksesan yang dicapai dalam waktu singkat alias instan.

Setiap usaha, menurut Raffi, pasti akan mengalami pasang surut, tak peduli apakah usaha tersebut dimulai dari modal yang besar atau kecil. Diperlukan kesabaran untuk melawan kesulitan yang dilalui sehingga bisa naik kelas. 

”Konglomerat mana pun juga pasti ada merasakan ya. Jadi kita harus sabar, harus bijaksana menghadapi segala sesuatu dan justru ini tantangan buat kita,” ujar Raffi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us