Jakarta, IDN Times - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih diselimuti sentimen negatif usai MSCI Inc. merilis Market Classification Review pada Rabu, (24/6/2026) lalu.
Pada penutupan perdagangan hari itu, IHSG bahkan melemah hingga 3,56 persen ke level 5.883,88. Meski sempat bangkit kemarin, Kamis (25/6), IHSG kembali merosot ke zona merah hari ini, Jumat (26/6).
Dalam laporan MSCI, ada peringatan bagi pasar modal Indonesia untuk berbenah, terutama dari sisi implementasi kebijakan reformasi pasar modal.
MSCI masih menggarisbawahi keterbukaan struktur kepemilikan saham di BEI yang disebut menjadi kekhawatiran investor global. Sebab, hal itu bisa memengaruhi kemampuan investor untuk menakar jumlah saham free float. Bahkan, ada penekanan soal potensi mengurangi kepercayaan terhadap harga pasar yang terbentuk.
Jika perbaikan itu tak segera diwujudkan, MSCI mengingatkan Indonesia bisa saja turun kasta dari Emerging Markets ke kelompok pasar negara perintis atau Frontier Markets pada saat Tinjauan Indeks MSCI (MSCI Index Review) di November 2026 mendatang.
Henan Sekuritas & Henan Asset Management melihat peringatan itu sebagai masa uji coba bagi pasar modal Indonesia. Setidaknya, menurut Henan ada tiga sinyal yang perlu dicermati investor Tanah Air.
