MSCI Tunda Review Saham RI, Kepercayaan Investor Asing Dinilai Belum Pulih

- MSCI mempertahankan Indonesia di kategori Emerging Markets namun memberi peringatan soal transparansi kepemilikan saham dan efektivitas reformasi pasar modal.
- Laksamana Sukardi menilai tambahan masa observasi hingga November 2026 menunjukkan investor global belum sepenuhnya percaya pada kekuatan pasar modal Indonesia.
- IHSG turun 3,56 persen ke level 5.883,88 disertai keluarnya modal asing Rp5,62 triliun, membuat net sales asing mencapai Rp1,17 triliun dalam satu hari perdagangan.
Jakarta, IDN Times - MSCI Inc. memberikan sejumlah catatan terhadap pasar modal Indonesia dalam laporan Market Classification Review yang rilis Rabu (24/6/2026) dini hari tadi.
Dalam laporan itu, MSCI mempertahankan Indonesia dalam kategori pasar negara berkembang atau Emerging Markets. Namun, MSCI Inc. juga memberikan peringatan pada pasar modal Indonesia untuk berbenah, terutama dari sisi implementasi keempat kebijakan reformasi pasar modal.
MSCI masih menggarisbawahi keterbukaan struktur kepemilikan saham di BEI yang disebut menjadi kekhawatiran investor internasional. Sebab, hal itu bisa mempengaruhi kemampuan investor untuk menakar jumlah saham free foat. Bahkan, ada penekanan soal potensi mengurangi kepercayaan terhadap harga pasar yang terbentuk.
1. Indonesia masih belum raih kepercayaan penuh investor global

Melihat penilaian itu, ekonom sekaligus mantan Menteri BUMN Laksamana Sukardi mengatakan, bertahannya Indonesia di kelompok Emerging Markets bukanlah hal yang paling penting. Dia menggarisbawahi peringatan MSCI terkait observasi tambahan.
“MSCI memberikan masa observasi tambahan hingga November 2026 untuk melihat apakah reformasi yang diumumkan regulator benar-benar berjalan dan menghasilkan perubahan nyata. Hal yang paling penting justru bukan status Emerging Market itu sendiri,” ucap Laksamana Sukardi dalam keterangan tertulis yang diterima IDN Times.
Dia menilai, observasi tambahan itu sebagai sikap investor global yang belum memiliki kepercayaan penuh pada pasar modal Indonesia.
“Jika Indonesia benar-benar berada dalam kondisi yang sangat kuat dan dipercaya investor global, MSCI tidak perlu menunda keputusan dua kali dan memberikan masa observasi tambahan,” kata dia.
2. IHSG ambruk lebih dari 3,56 persen di penutupan perdagangan hari ini

Pada penutupan perdagangan sore tadi, IHSG melemah hingga 217,45 poin atau 3,56 persen ke level 5.883,88. Pagi tadi, IHSG sempat dibuka menguat 26,94 poin atau 0,44 persen ke 6.101,33.
Tetapi, pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melemah 99 poin atau 1,62 persen ke level 6.0002,2. Level terendah IHSG hari ini 5.876,93, sedangkan level tertingginya 6.171,38.
3. Sebanyak Rp5,62 triliun modal asing cabut dari RI

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada perdagangan hari ini, aksi beli investor asing mencapai Rp4,45 triliun. Namun, aksi jual alias modal asing yang keluar dari Indonesia lebih deras, yakni mencapai Rp5,62 triliun.
Dengan demikian nilai jual bersih investor asing atau net sell mencapai Rp1,17 triliun. Sejak awal tahun atau secara year-to-date (YTD), tercatat nilai jual bersih investor asing mencapai Rp70,84 triliun
Pada perdagangan hari ini, komposisi nilai transaksi pasar didominasi oleh investor domestik, dengan perbandingan 67 persen domestik, dan 33 persen asing.



















