Istana Pastikan Negosiasi Tarif Dagang dengan Amerika Terus Berjalan

- Proses negosiasi diharapkan selesai akhir Januari 2026
- Prabowo dan Trump akan menandatangani perjanjian tarif dagang
- Menko Perekonomian sudah lapor Prabowo mengenai perkembangan perundingan dengan AS
Jakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengatakan, Indonesia terus melakukan negosiasi tarif dagang dengan Amerika Serikat (AS). Hal itu disampaikan Prasetyo untuk menjawab keraguan karena AS sedang berkonflik dengan Venezuela.
Tarif dagang Indonesia yang dikenakan Amerika Serikat ke Indonesia sebesar 19 persen. Meski demikian, Indonesia masih ingin bernegosiasi lagi agar angka tersebut bisa turun.
"(Konflik AS dan Venezuela) Tidak menggangu (negosiasi tarif antara RI dan AS). Jadi sesuai dengan jadwal, tanggal 12 sampai tanggal 19 (Januari) ini adalah penyusunan legal drafting. Nah, kita harapkan di dalam penyusunan legal drafting, kesepakatan-kesepakatan tersebut sudah bisa dituangkan," ujar Prasetyo di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).
1. Proses negosiasi diharapkan bisa selesai akhir Januari

Prasetyo berharap, proses negosiasi itu bisa selesai akhir Januari 2026. Dengan demikian, aturan tarif dagang itu bisa segera ditandatangani.
"Harapannya di akhir bulan sudah bisa kita tanda tangani, tentunya dalam proses kita terus-menerus berusaha melakukan negosiasi-negosiasi untuk kepentingan kita," ucap dia.
2. Prabowo dan Trump akan menandatangani perjanjian tarif dagang

Nantinya, aturan perjanjian tarif dagang itu akan ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
"Tergantung nanti hasil dari 12 sampai 19 Januari dari legal drafting-nya ya," ucap dia.
3. Menko Perekonomian juga sudah lapor Prabowo

Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pertemuannya dengan Presiden Prabowo membahas perkembangan perundingan antara Indonesia dan AS. Perkembangan negosiasi kesepakatan perdagangan timbal balik (Agreement on Reciprocal Trade/ART) itu dibahas saat Airlangga menghadap Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Senin (5/1).
"Iya, tadi kita bahas mengenai kondisi ekonomi makro, kemudian yang kedua tentu terkait dengan progres daripada perundingan dengan Amerika," kata Airlangga kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan.



















