Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan, peningkatan permusuhan antara AS dan Iran pada akhir pekan lalu sempat menimbulkan keraguan atas kesepakatan damai mereka. Padahal, kedua pihak berkomitmen untuk melakukan lebih banyak pembicaraan di Qatar minggu ini.
"Kondisi pasokan yang membaik juga menekan harga minyak karena aliran melalui Selat Hormuz kembali mendekati tingkat sebelum perang pekan lalu. Namun, serangan yang kembali terjadi selama akhir pekan memicu kekhawatiran yang lebih tinggi tentang kerapuhan kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran," kata Ibrahim.
AS dan Iran saling melancarkan serangan hingga akhir pekan lalu akibat ketidaksepakatan mengenai klaim otoritas Teheran di Hormuz. Serangan tersebut sempat memperlambat aliran distribusi di Hormuz dan menaikkan harga minyak pada hari Senin.
Namun, kenaikan harga minyak tersebut berhasil dibatasi oleh laporan Axios bahwa AS dan Iran telah sepakat untuk segera menghentikan permusuhan dan mengadakan pembicaraan baru di Qatar.
Di sisi lain, konflik antara Israel dan Lebanon tetap menjadi penghalang besar antara AS dan Iran, karena Teheran menuntut agar Lebanon dimasukkan dalam kesepakatan damai besar. Israel dan kelompok Hizbullah Lebanon terus bentrok di Lebanon Selatan meskipun upaya mediasi gencatan senjata berulang kali dilakukan.