- Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) tetap dipertahankan pada kisaran 6,5 sampai 7 dolar AS per MMBTU
- Gas pipa non-HGBT wilayah Jawa ditetapkan tetap sebesar 9,6 dolar AS per MMBTU untuk industri yang pasokannya bersumber dari sumur di wilayah Jawa
- Gas hasil regasifikasi LNG dipangkas menjadi 13 dolar AS per MMBTU.
Prabowo Turunkan Harga LNG Buat Industri Jadi 13 Dolar AS

- Pemerintah menurunkan harga LNG industri menjadi 13 dolar AS per MMBTU atas instruksi Presiden Prabowo untuk menjaga keberlangsungan sektor industri dan mencegah PHK massal.
- Kenaikan harga sebelumnya disebabkan turunnya produksi gas di wilayah barat Indonesia, sehingga pasokan dialihkan dari daerah lain dengan biaya logistik tinggi.
- Pemerintah menetapkan tiga skema harga gas domestik: HGBT 6,5–7 dolar, gas pipa non-HGBT 9,6 dolar, dan LNG hasil regasifikasi turun menjadi 13 dolar per MMBTU.
Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan penurunan harga gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) untuk sektor industri dari kisaran 20 hingga 23 dolar AS per MMBTU menjadi 13 dolar AS per MMBTU.
Kebijakan tersebut diambil atas instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto demi melindungi keberlangsungan sektor industri serta mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK). Angka baru itu juga lebih rendah dari usulan awal para pelaku industri yang meminta harga di kisaran 15 sampai 16 dolar AS per MMBTU.
"Setelah kita menghitung, dan kami sudah laporkan ke Bapak Presiden, diturunkan menjadi 13 dolar per MM," kata Bahlil dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (29/6/2026).
1. Diumumkan usai rapat dengan DPR RI

Keputusan tersebut dirumuskan melalui rapat koordinasi bersama Wakil DPR RI Sufmi Dasco Ahmad guna menyikapi dinamika geopolitik global yang memengaruhi perekonomian nasional, khususnya pada sektor gas bumi.
Langkah tersebut sekaligus menjadi jawaban pemerintah atas aspirasi yang disampaikan oleh asosiasi industri keramik, sektor industri lainnya, serta serikat pekerja seperti Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dalam kurun waktu sepuluh hari terakhir.
"Atas dasar koordinasi yang baik dengan pimpinan DPR Pak Dasco dan pemerintah, telah kita merumuskan beberapa langkah-langkah solutif untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh teman-teman industri," ujar dia.
2. Penurunan produksi gas di wilayah barat jadi pemicu

Kenaikan harga gas yang sempat mencapai 20 hingga 23 dolar AS per MMBTU dipicu oleh merosotnya produksi sumur gas di wilayah barat Indonesia, meliputi Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta, sementara wilayah Jawa Timur terpantau stabil.
Untuk menutup defisit tersebut, pasokan dialihkan menggunakan LNG yang didatangkan dari Papua, Sulawesi, Kalimantan, dan wilayah luar Jawa lainnya. Proses logistik pengiriman dan regasifikasi LNG itulah yang memicu lonjakan biaya tinggi di pasar sebelum akhirnya diintervensi oleh pemerintah.
"Itulah yang menjadi penyebab kenapa teman-teman dari sektor industri meminta pemerintah harus turun tangan," tutur Bahlil.
3. Tiga skema harga gas untuk dukung lapangan kerja

Sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga lapangan pekerjaan di tengah lonjakan harga gas dunia, pemerintah menetapkan tiga klaster harga gas domestik setelah melakukan pertemuan kilat bersama pihak Pertamina dan PGN.
















