Rosan Ungkap BUMN Kelola 75 RS, Mayoritas Kinerjanya Buruk

- BUMN kelola 75 RS mayoritas kinerjanya buruk
- Privatisasi hingga likuidasi perusahaan yang buruk
- Sudah tutup 1.000 perusahaan dalam 3 bulan demi tingkatkan produktivitas BUMN
Jakarta, IDN Times - Danantara masih melanjutkan rencana konsolidasi BUMN untuk memangkas jumlahnya dari 1.034 perusahaan menjadi 200-300 perusahaan. Konsolidasi dilakukan untuk meningkatkan efisiensi.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani membeberkan banyaknya bisnis BUMN yang beroperasi dengan kinerja buruk. Misalnya, rumah sakit (RS) yang dikelola oleh BUMN.
“Kami memiliki 75 rumah sakit, dan sebagian besar beroperasi dengan buruk,” kata Rosan dalam CNA Summit 2026, Kamis (5/2/2026).
1. Bakal terus lakukan privatisasi hingga likuidasi

Selain rumah sakit, Rosan membeberkan BUMN juga mengelola 137 hotel. Dia mengatakan, untuk melaksanakan konsolidasi, Danantara akan terus melakukan privatisasi hingga likuidasi BUMN yang kinerjanya buruk.
“Kita berharap akan melakukan privatisasi, atau langsung menutup beberapa (perusahaan),” tutur Rosan.
2. Sudah tutup 1.000 perusahaan dalam 3 bulan

Rosan mengatakan, Danantara kini telah berhasil menutup sekitar 100 perusahaan dalam 3 bulan. Langkah itu diambil agar perusahaan pelat merah fokus ke bisnis inti mereka.
“Kita sebenarnya ingin mereka kembali ke inti bisnisnya,” ucap Rosan.
3. Demi tingkatkan produktivitas BUMN

Dengan berbagai opsi konsolidasi itu, Danantara mengincar perbaikan pada kinerja keuangan perusahaan. Selain itu, Danantara berharap kualitas sumber daya manusia (SDM) di perusahaan pelat merah juga meningkat.
“Kami bisa mengurangi jumlah perusanaan menjadi 300 untuk produktivitas yang lebih baik, efisiensi, dan juga SDM,” ucap Rosan.















