Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Berkat Rumah BUMN BRI, KAINRATU Berhasil Menembus Pasar Global
Salah satu produk dari KAINRATU, UMKM tenun asal Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, yang kini memasarkan produknya ke berbagai wilayah di Indonesia hingga mancanegara. (dok. BRI)
  • KAINRATU, UMKM tenun dari Troso, Jepara, berkembang dari pemasaran karya keluarga sejak sekitar sembilan tahun lalu menjadi penjual kain dan busana ke pasar domestik serta delapan negara.
  • Melalui Rumah BUMN BRI dan BRIncubator, KAINRATU memperoleh pelatihan produk, kemasan, serta pemasaran digital, lalu mendapat peluang promosi lebih luas lewat BRI UMKM EXPO(RT).
  • Hingga akhir Maret 2026, BRI membina 54 Rumah BUMN dan menggelar lebih dari 18 ribu pelatihan untuk meningkatkan kapasitas serta daya saing UMKM.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    KAINRATU, UMKM tenun dari Jepara, memperluas pemasaran produk tenun hingga pasar internasional setelah mengikuti pendampingan dan pelatihan melalui Rumah BUMN BRI serta program BRIncubator.
  • Who?
    KAINRATU dan co-owner Maria Leoni terlibat dalam pengembangan usaha; BRI melalui Rumah BUMN, BRIncubator, dan BRI UMKM EXPO(RT) memberikan pendampingan serta akses promosi.
  • Where?
    KAINRATU beroperasi dari Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. Produknya dipasarkan di Indonesia dan diekspor ke antara lain Amerika Serikat, Jepang, Myanmar, Thailand, Arab Saudi, Portugal, Malaysia, dan Selandia Baru.
  • When?
    Usaha KAINRATU telah berjalan sekitar sembilan tahun dan mengembangkan pemasaran melalui tokotenun.com serta kainratu.com sejak 2019. Hingga akhir Maret 2026, BRI membina 54 Rumah BUMN.
  • Why?
    KAINRATU mengembangkan pasar untuk memasarkan tenun ikat warisan keluarga, meningkatkan kapasitas usaha, dan memperluas peluang promosi. BRI mendukung UMKM agar lebih berdaya saing dan menjangkau pasar lebih luas.
  • How?
    KAINRATU mengikuti seleksi BRIncubator, menerima pelatihan produk, pengemasan, dan pemasaran digital dari Rumah BUMN BRI, lalu lolos kurasi BRI UMKM EXPO(RT). Pemasaran juga dilakukan melalui situs web dan ekspor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya dalam mendorong kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program pendampingan, peningkatan kapasitas, serta pembukaan akses pasar. 

Salah satu pengusaha yang merasakan manfaat dukungan tersebut adalah KAINRATU, UMKM tenun asal Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, yang kini memasarkan produknya ke berbagai wilayah di Indonesia hingga mancanegara.

1. Berawal dari warisan keluarga

Salah satu produk dari KAINRATU, UMKM tenun asal Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, yang kini memasarkan produknya ke berbagai wilayah di Indonesia hingga mancanegara. (dok. BRI)

Co-Owner KAINRATU Maria Leoni menuturkan bahwa usaha yang dijalankannya berangkat dari lingkungan keluarga yang telah lama menekuni kerajinan tenun ikat. Pengalaman membantu memasarkan hasil karya para perajin kemudian menjadi langkah awal berkembangnya KAINRATU.

“Awal mula usaha kami berangkat dari latar belakang keluarga sebagai penenun. Orang tua kami merupakan perajin tenun ikat dan kami tinggal di Desa Troso, Jepara, yang dikenal sebagai sentra tenun ikat. Usaha ini telah berjalan selama kurang lebih 9 tahun. Pada awalnya, kami membantu memasarkan kain tenun yang diproduksi oleh orang tua melalui website gardutroso.com. Seiring perkembangan usaha, pada tahun 2019 kami resmi bermigrasi dan mengembangkan pemasaran melalui website www.tokotenun.com dan www.kainratu.com hingga berkembang seperti saat ini,” ujar Maria pada keterangannya, (28/7).

KAINRATU menghadirkan beragam produk tenun, mulai dari kain hingga busana siap pakai. Produk yang paling diminati pelanggan adalah Kain Tenun Double Ikat 3 Dimensi dan Tenun Endek CSM yang mengangkat motif khas dari berbagai daerah seperti Jepara, Kalimantan, Sumba, dan Nusa Tenggara Timur. Produk-produknya telah menjangkau pasar ekspor ke Amerika Serikat, Jepang, Myanmar, Thailand, Arab Saudi, Portugal, Malaysia, dan Selandia Baru.

Selain menyediakan layanan desain kustom dan motif seragam bagi perusahaan, instansi pemerintah, maupun lembaga pendidikan, KAINRATU juga menerapkan konsep fair pricing serta membuka program kunjungan industri dan pelatihan menenun bagi masyarakat maupun pelajar.

2. Berkembang lewat Rumah BUMN BRI

Pelaku UMKM melakukan registrasi untuk mengikuti pelatihan di Rumah BUMN BRI Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Dalam perjalanan mengembangkan bisnis, Maria mengenal Rumah BUMN BRI saat sering berkunjung ke kantor BRI dan melihat keberadaan Rumah BUMN. Dari informasi yang diperolehnya, KAINRATU kemudian mengikuti seleksi peserta BRIncubator yang diselenggarakan BRI dan berhasil terpilih untuk mengikuti program tersebut.

“Rumah BUMN BRI telah memberikan banyak manfaat bagi pengembangan usaha kami melalui berbagai pelatihan yang dibawakan oleh mentor berpengalaman. Materi dan wawasan yang diberikan sangat bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas usaha secara praktis,” imbuhnya.

Pelatihan pengembangan produk, pengemasan, dan pemasaran digital melalui Rumah BUMN BRI membantu KAINRATU memperkuat strategi bisnis dan pemasaran. Selain itu, KAINRATU juga terpilih mengikuti BRI UMKM EXPO(RT) setelah melalui proses kurasi, sehingga memperoleh peluang promosi yang lebih luas.

3. Memperkuat daya saing UMKM

Salah satu produk dari KAINRATU, UMKM tenun asal Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, yang kini memasarkan produknya ke berbagai wilayah di Indonesia hingga mancanegara. (dok. BRI)

Hingga akhir Maret 2026, BRI telah membina 54 Rumah BUMN di berbagai wilayah Indonesia dan menyelenggarakan lebih dari 18 ribu pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa perjalanan KAINRATU menunjukkan bagaimana warisan budaya dapat menjadi sumber peluang ekonomi yang berkelanjutan. Menurutnya, kemampuan menghadirkan produk yang tetap berakar pada budaya lokal sekaligus relevan dengan kebutuhan pasar menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing UMKM.

“Perjalanan KAINRATU menunjukkan bahwa kekayaan budaya lokal tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga potensi ekonomi yang mampu bersaing di pasar global. Kemampuan memadukan kualitas produk, inovasi, dan pemanfaatan berbagai peluang pengembangan menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing UMKM. BRI akan terus mendukung para pengusaha UMKM untuk mengembangkan potensi yang dimiliki, memperluas jangkauan pasar, dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan sehingga mampu tumbuh lebih kuat dan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional,” pungkas Akhmad. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article