Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rupiah Berhasil Ditutup Menguat di Level Rp17.708,5 per Dolar AS

Rupiah Berhasil Ditutup Menguat di Level Rp17.708,5 per Dolar AS
Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)
Intinya Sih
  • Rupiah ditutup menguat di level Rp17.708,5 per dolar AS, naik 151,50 poin atau 0,85 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
  • Mayoritas mata uang Asia turut menguat, menunjukkan tren positif di kawasan dengan Bath Thailand hingga Yen Jepang mencatat kenaikan tipis.
  • Penguatan rupiah dipicu meningkatnya harapan perdamaian Timur Tengah dan kabar kesepakatan damai interim antara AS dan Iran yang menekan indeks dolar AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada akhir perdagangan Senin (15/6/2026) sore.

Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda ditutup pada level Rp17.708,5 per dolar AS. Posisi ini menguat 151,50 poin atau 0,85 persen dibandingkan penutupan kemarin.

1. Rincian pergerakan mata yang menguat

Mayoritas mata uang di Asia hingga sore ini bergerak menguat, rinciannya:

  • Bath Thailand menguat 0,46 persen
  • Ringgit Malaysia menguat 0,19 persen
  • Yuan China menguat 0,07 persen
  • Rupee India menguat 0,53 persen
  • Pesso Filipina menguat 0,53 persen
  • Won Korea menguat 0,17 persen
  • Dolar Taiwan menguat 0,25 persen
  • Yen Jepang meguat 0,06 persen

2. Meningkatnya harapan publik terkait perdamaian di Timur Tengah

Pengamat pasar uang Lukman Leong menyatakan, penguatan rupiah ini sudah diprediksinya yang dipicu oleh meningkatnya harapan publik terkait terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Lukman menjelaskan, meredanya tensi politik di sana sukses memicu munculnya sentimen risk-on, yaitu situasi ketika para pelaku pasar dan investor kembali berani mengambil risiko untuk mengalirkan modal mereka ke negara-negara berkembang.

3. Muncul kabar kesepakatan damai Sementara AS–Iran

Keperkasaan dolar AS mulai menyusut di pasar global. Indeks dolar AS turun cukup signifikan. Pelemahan aset safe haven tersebut dipicu oleh meluasnya laporan kesepakatan damai interim atau perjanjian damai sementara antara pihak AS dan Iran telah resmi tercapai.

"Indeks dolar AS turun oleh laporan bahwa kesepkatan damai interim antara AS-Iran telah tecapai," ujar Lukman.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Related Articles

See More