Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah pada level Rp17.731 per dolar AS pada perdagangan Rabu (16/9/2026)
Berdasarkan Bloomberg, rupiah melemah hingga 37 poin atau 0,21 persen dibandingkan penutupan kemarin.

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah pada level Rp17.731 per dolar AS pada perdagangan Rabu (16/9/2026)
Berdasarkan Bloomberg, rupiah melemah hingga 37 poin atau 0,21 persen dibandingkan penutupan kemarin.
Sejumlah mata uang di Asia bergerak variatif, rinciannya:
Bath Thailand melemah 0,04 persen
Rupee India melemah 0,40 persen
Won Korea melemah 7,67 persen
Yen Jepang melemah 0,33 persen
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksikan nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Rabu (16/9/2026).
Tekanan terhadap rupiah datang di tengah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan harga minyak dunia.
"Kondisi tersebut mendorong investor mengantisipasi sikap hawkish Federal Reserve (The Fed) dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung malam ini," tegasnya.
Menurut Lukman, kenaikan yield obligasi AS membuat aset berbasis dolar AS relatif lebih menarik bagi investor. Sementara itu, kenaikan harga minyak dunia turut meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi, yang dapat memengaruhi arah kebijakan moneter The Fed.
Sentimen domestik dinilai masih cukup mendukung pergerakan rupiah, seiring sejumlah data ekonomi terbaru yang menunjukkan kondisi perekonomian Indonesia tetap terjaga.
"Pergantian Menteri Keuangan juga dinilai belum memberikan tekanan signifikan terhadap rupiah. Namun, sentimen eksternal masih menjadi tantangan utama bagi pergerakan mata uang Garuda," tegasnya.
Dengan sentimen tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.600-Rp17.750 per dolar AS pada perdagangan hari ini.