Pos Properti Dorong Manajemen Risiko-Kepatuhan ke Berbagai Lini Bisnis

- Pos Properti menempatkan GRC sebagai bagian dari adaptasi bisnis, kualitas pengambilan keputusan, dan pertumbuhan jangka panjang.
- Perusahaan menjalankan lima lini usaha, dari pengelolaan aset hingga jasa konstruksi, dengan karakter risiko yang berbeda.
- Dalam TOP GRC Awards 2026, Pos Properti meraih predikat Bintang 4 dan Nina Risnasari menerima penghargaan kepemimpinan GRC.
Jakarta, IDN Times - PT Pos Properti Indonesia (Pospro) menegaskan penerapan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan (Governance, Risk, and Compliance/GRC) tidak hanya dimaknai sebagai pemenuhan regulasi maupun pengendalian risiko.
Direktur Pos Properti Indonesia Nina Risnasari menyebut GRC juga menjadi bagian dari kemampuan perusahaan beradaptasi terhadap perubahan bisnis, memperkuat kualitas pengambilan keputusan, dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.
“Bagi kami, GRC bukan hanya sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi atau pengendalian risiko,” kata Nina dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9/2026).
Hal tersebut disampaikan saat memaparkan pengembangan GRC Pos Properti dalam presentasi bertema “Driving Adaptive GRC for Continuous Growth” kepada Dewan Juri TOP GRC Awards 2026 pada 14 Agustus 2026. Dalam penilaian tersebut, Pos Properti memperoleh predikat Bintang 4.
1. Pos Properti dorong peran di bisnis properti

Wisatawan asing menikmati kawasan Pos Bloc, Jumat (3/10/2025). (Dok. Pemprov DKI Jakarta) Nina menjelaskan, Pos Properti merupakan anak usaha PT Pos Indonesia (Persero) yang berdiri pada 31 Desember 2013. Selama hampir 13 tahun beroperasi, peran perusahaan berkembang dari pengelola properti menjadi perusahaan yang mengembangkan dan mengelola kawasan properti.
Perubahan tersebut dilakukan dengan mengintegrasikan pengelolaan kawasan, pengembangan properti, dan berbagai solusi bisnis. Portofolio yang dikelola mencakup gedung perkantoran, ruang komersial, fasilitas layanan, hingga kawasan yang mendukung aktivitas bisnis dan pelayanan publik.
"Seiring meningkatnya kompleksitas bisnis dan pengelolaan kawasan, penerapan GRC menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan perusahaan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar dia.
Penerapan GRC tersebut menjadi salah satu hal yang dinilai dalam TOP GRC Awards 2026. Tahun ini merupakan penyelenggaraan kedelapan sejak pertama kali digelar pada 2019, dengan penilaian yang diarahkan untuk mengukur kematangan penerapan GRC di perusahaan.
2. Jalankan lima lini bisnis dengan risiko berbeda

Pos Bloc Medan (Mangara wahyudi ) Bisnis Pos Properti mencakup pengelolaan aset hingga pengembangan hunian, dengan lima lini usaha yang memiliki karakter risiko berbeda. Di sisi pengelolaan aset, perusahaan menjalankan Building Operation untuk pemeliharaan dan perawatan fasilitas kantor serta Commercial Leasing untuk mengelola kawasan menjadi ruang sewa komersial sesuai permintaan pasar.
Pos Properti juga memiliki Hospitality Business yang mencakup pengelolaan sejumlah kawasan menjadi fasilitas co-living, creative hub seperti Pos Bloc, hingga hotel berskala kecil.
Sementara itu, Real Estate Development menjadi lini pengembangan properti residensial. Saat ini, proyek yang sudah berjalan antara lain Point Regencia di Ciparay dan Point Residence di Cikarang. Perusahaan juga menyiapkan dua proyek baru yang akan dimulai tahun ini. Lini lainnya adalah Construction Services yang mencakup perencanaan arsitektur, desain interior, hingga pelaksanaan konstruksi.
"Luasnya cakupan bisnis ini menjadi alasan mengapa Pos Properti perlu menerapkan GRC yang adaptif dan terintegrasi, supaya setiap lini usaha bisa tumbuh dengan tata kelola yang tertata, risiko yang terukur, dan kepatuhan yang konsisten terjaga," kata dia.
3. GRC dikembangkan mengikuti perubahan bisnis

PT Pos Properti Indonesia (Pospro) mulai mengoptimalkan aset strategisnya untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik dan mendorong ekonomi hijau. (Dok.Istimewa) Nina memaparkan, pengembangan GRC Pos Properti yang mencakup pembangunan fondasi tata kelola, integrasi manajemen risiko dan kepatuhan, penguatan pengendalian internal, pemanfaatan teknologi, pembangunan budaya sadar risiko, hingga penyusunan roadmap peningkatan kematangan GRC. Menurutnya, keberagaman profil bisnis perusahaan membuat penerapan GRC perlu disesuaikan dengan karakteristik setiap lini usaha.
TOP GRC Awards 2026 tahun ini menggunakan empat variabel penilaian, yakni Value and Business Impact, Governance and Integration, GRC Execution Excellence, serta Continuous Maturity. Penyelenggaraannya mengusung tema “Sustainability by Design: A Journey Through Intelligent GRC”.
Selain predikat Bintang 4 untuk Pos Properti, penilaian tersebut juga diikuti pemberian penghargaan The Most Committed GRC Leader 2026 kepada Nina Risnasari pada 9 September 2026. Ke depan, Pos Properti akan melanjutkan roadmap peningkatan kematangan GRC agar penerapannya semakin terintegrasi dengan strategi bisnis di seluruh lini usaha.


![[QUIZ] Dari Hobi Kak Ros Upin & Ipin, Ini Ide Bisnis yang Cocok Untukmu](https://image.idntimes.com/post/20260605/1000015303_08eeceec-948c-41d5-b90f-1a0d319b372d.jpg)
















