Jakarta, IDN Times - Ekonom menilai pergerakan nilai tukar rupiah diperkirakan masih melanjutkan tren penguatan pada pekan depan. Meningkatnya kepercayaan pasar terhadap langkah stabilisasi yang ditempuh pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menjadi salah satu faktor utama yang menopang pergerakan mata uang Garuda.
Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, memperkirakan rupiah berpotensi menguat menuju level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat.
"Saya memperkirakan rupiah masih berpotensi menguat menuju kisaran Rp17.500 per dolar AS pada pekan depan. Pasar mulai melihat bahwa otoritas ekonomi Indonesia bersedia mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan memulihkan kepercayaan investor," ujar Fakhrul Selasa, (17/6/2026).
