Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.022 per Dolar AS usai BI Tahan BI Rate
ilustrasi rupiah, mata uang Indonesia (vecteezy.com/Ridwan Saputra)
  • Rupiah ditutup melemah 30 poin atau 0,17 persen ke Rp18.022 per dolar AS pada Rabu, setelah sehari sebelumnya menguat ke Rp17.992.
  • Pelemahan rupiah dikaitkan dengan respons pasar terhadap keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 5,75 persen, sambil menaikkan suku bunga deposit facility menjadi 5 persen.
  • BI mencatat rupiah masih tertekan faktor eksternal; per 20 Oktober, kurs melemah 0,61 persen dari akhir September, meski tekanan saham domestik yang mereda membatasi pelemahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melanjutkan pelemahan hingga penutupan perdagangan, Rabu (21/10/2026) sore. Mata uang Garuda ditutup pada level Rp18.022 per dolar AS usai Bank Indonesia (BI) menahan suku bungsa acuan (BI rate) pada level 5,75 persen.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah tercatat melemah 30 poin atau 0,l7 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Pada Selasa (20/10), rupiah ditutup menguat 54 poin atau 0,30 persen ke Rp17.992 per dolar AS.

1. Daftar mata uang di Asia bergerak variatif

Mayoritas mata uang tercatat bergerak variatif, rinciannya:

  • Bath Thailand melemah 0,04 persen

  • Rupee India menguat 0,28 persen

  • Pesso Filipina melemah 0,27 persen

  • Won Korea menguat 2,06 persen

  • Dolar Taiwan menguat 0,21 persen.

2. Respons pasar atas langkah BI tahan suku bunga acuan

Pengamat Pasar Uang Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah ditutup melemah karena merespons keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate 5,75 persen, meski menaikkan suku bunga deposit facility menjadi 5 persen.

Adapun, keputusan tersebut sejalan dengan perkiraan inflasi 2026 yang tetap rendah dan terkendali dalam sasaran BI sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen. Di sisi lain, meredanya tekanan di pasar saham domestik turut menahan pelemahan rupiah agar tidak semakin dalam.

3. Tekanan pasar saham domestik menahan pelemaham rupiah

Di sisi lain, meredanya tekanan di pasar saham domestik turut menahan pelemahan rupiah agar tidak semakin dalam.

Data Bank Indonesia, nilai tukar rupiah masih menghadapi tekanan eksternal. Pada 20 Oktober 2026, rupiah tercatat di level Rp17.985 per dolar AS, melemah 0,61 persen secara point-to-point dibandingkan posisi akhir September 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article