Rupiah Ditutup Menguat ke Rp16.805 per Dolar AS

- Rupiah ditutup menguat ke Rp16.805 per Dolar AS.
- Mata uang di Asia mayoritas bergerak menguat, termasuk Bath Thailand, Ringgit Malaysia, Yuan China, Rupee India, dan Pesso Filipina.
- Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menyebut penguatan rupiah terbatas karena sentimen domestik yang belum solid.
Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar atau kurs rupiah ditutup menguat pada akhir perdagangan, Senin (9/2/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat ke level Rp16.805 per dolar AS per dolar AS.
Mata uang Garuda tercatat terapresiasi sebesar 71 poin atau 0,42 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
1. Daftar mata uang di kawasan Asia yang menguat
Mata uang di Asia mayoritas bergerak menguat, dengan rincian sebagai berikut:
Bath Thailand menguat 0,32 persen
Ringgit Malaysia menguat 0,01 persen
Yuan China menguat 0,01 persen
Rupee India menguta 0,04 persen
Pesso Filipina menguat 0,12 persen
2. Alasan rupiah menguat sore ini
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini seiring membaiknya sentimen risk on di pasar keuangan global.
Meski demikian, ruang penguatan rupiah diperkirakan masih terbatas karena pelaku pasar tetap mencermati sentimen domestik yang belum sepenuhnya solid.
3. Penguatan rupiah kedepan akan terbatas
Lukman menjelaskan penguatan rupiah kedepan diperkirakan terbatas mengingat sentimen domestik yg masih lemah.
"Investor menantikan data survey kepercayaan konsumen siang ini," tegasnya.















