Alasan Purbaya Mau Caplok PNM: Bagus Kerjanya

- PNM mencatatkan pertumbuhan laba bersih konsolidasian sebesar 7 persen secara year on year (yoy), menjadi Rp881,2 miliar.
- Pendapatan bersih perusahaan naik 4,35 persen (yoy), menjadi Rp6,38 triliun.
- PNM menyalurkan pinjaman sebesar Rp45,55 triliun sepanjang semester I-2025.
- Purbaya memberi sinyal peluang ditanggung negara terkait penanganan kredit macet PNM.
Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan alasannya ingin mengambil alih pengelolaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari Danantara. PNM sendiri merupakan anak usaha Holding Utra Mikro yang dipimpin PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Setelah ada Danantara, pengelolaan BRI dan anak usahanya, termasuk PNM ditangani oleh badan tersebut.
Purbaya mengatakan, PNM memiliki kinerja yang baik sebagai penyalur kredit kepada nasabah ultra mikro.
“PNM tuh bagus kan kerjanya. Mereka level kredit mikro, ultra mikro ke bawah, kan. Kenapa saya tertarik? Karena dia cukup bagus tuh manajemennya,” kata Purbaya di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (9/2/2026).
1. Kinerja PNM per semester I-2026

Pada semester I-2025, PNM mencatatkan pertumbuhan laba bersih konsolidasian sebesar 7 persen secara year on year (yoy), menjadi Rp881,2 miliar. Capaian laba itu ditopang oleh pendapatan bersih perusahaan yang naik 4,35 persen (yoy), menjadi Rp6,38 triliun.
PNM menyalurkan pinjaman sebesar Rp45,55 triliun sepanjang semester I-2025, tumbuh 3,83 persen (yoy), dan pembiayaan modal sebesar Rp1,64 triliun (tumbuh 45,16 persen).
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman pernah memuji BUMN tersebut. Maman bahkan meminta bank-bank negara penyalur KUR untuk meniru PNM, yang mengalokasikan anggaran khusus untuk mendampingi UMKM. Pendampingan diberikan untuk melancarkan bisnis UMKM, sehingga bisa membayar angsuran kredit dengan lancar, dan bisa menekan tingkat kredit macet.
Atas upaya itu, Maman mengatakan PNM berhasil menjaga tingkat kredit macet di bawah 1 persen.
2. Pengambilalihan PNM masih didiskusikan

Ketika ditanya terkait penanganan kredit macet PNM, Purbaya memberi sinyal peluang ditanggung negara.
“Iya, nanti kita lihat deal-nya seperti apa,” tutur dia.
Saat ini, pihaknya masih berdiskusi soal rencana mengambil alih BUMN tersebut.
“Masih diskusi,” ucap Purbaya.
Minatnya itu sudah disampaikan kepada CEO Danantara, Rosan Roeslani. Sebelumnya, Rosan mengatakan pihaknya masih menanti pembahasan resmi dari Purbaya.
3. Pengambilalihan PNM bisa tingkatkan penyaluran KUR

Purbaya sendiri juga pernah menyatakan tujuannya mengambil alih PNM adalah untuk mengoptimalkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut dia, masih banyak pelaku UMKM yang belum mendapatkan akses KUR. Purbaya menjelaskan, rencana tersebut juga bertujuan mengurangi beban subsidi bunga KUR yang selama ini ditanggung Kemenkeu.
Berdasarkan perhitungan Kemenkeu, pemerintah harus mengalokasikan subsidi bunga KUR sekitar Rp40 triliun per tahun. Apabila PNM berada di bawah Kemenkeu, dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyalurkan pembiayaan langsung kepada UMKM dengan bunga yang lebih rendah. Skema tersebut berpotensi menghimpun dana hingga Rp160 triliun dalam jangka waktu empat tahun.
“Saya seperti sudah punya satu bank kecil dengan modal Rp160 triliun. Itu sudah besar dan bisa memberikan KUR dengan skema yang lebih baik, sementara uang saya tidak hilang Rp40 triliun setiap tahun,” tutur Purbaya ujar usai Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

















