Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rupiah Ditutup Menguat, Tapi Kembali Dekati Rp15.700 per Dolar AS

Rupiah Ditutup Menguat, Tapi Kembali Dekati Rp15.700 per Dolar AS
Mata uang Rupiah (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (8/11/2022). Mata uang Garuda menutup hari mendekati level Rp15.700.

Mengutip Bloomberg, pada penutupan, kurs rupiah menguat sebanyak 10 poin atau 0,06 persen ke Rp15.697,5 per dolar AS. Sedangkan tadi pagi, kurs rupiah dibuka menguat 37,5 poin ke level Rp15.670 per dolar AS.

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Senin (7/11/2022), kurs rupiah menguat sebanyak 30 poin atau 0,19 persen ke Rp15.707,5 per dolar AS.

1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI

Sementara itu, berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) pada Selasa (8/11/2022), nilai tukar rupiah tercatat Rp15.684 per dolar AS.

Angka tersebut lebih kecil dibandingkan kurs rupiah pada Senin kemarin yang ada di level Rp15.692 per dolar AS. Dengan kata lain rupiah mengalami penguatan.

2. Data pertumbuhan ekonomi Indonesia jadi amunisi buat rupiah

Analis DCFX Futures, Lukman Leong mengatakan bahwa penguatan mata uang Garuda terhadap mata uang Paman Sam salah satunya dipengaruhi oleh data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2022.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2022 mencapai 5,72 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya 5,44 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

"Dari faktor domestik, data PDB Q3 Indonesia yang walay sedikit di bawah perkiraan namun masih tumbuh sangat kuat dan mendukung rupiah," kata Lukman.

3. Proyeksi rupiah pada perdagangan besok

Rupiah diperkirakan akan datar dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Rabu (9/11/2022. Dolar AS diperkirakan akan kembali mendapatkan momentum menjelang data inflasi AS hari Kamis mendatang.

"Walau investor terlihat cenderung wait and see di tengah harapan bahwa the Fed kedepannya (dalam FOMC berikut-berikutnya) kemungkinan besar akan sudah mulai lebih 'less agresif' pada kenaikan suku bunga. Range (rupiah besok diproyeksikan) Rp15.625-Rp15.700," tambah Lukman.

Share Article
Topics
Editorial Team
Trio Hamdani
EditorTrio Hamdani

Related Articles

See More

Resmi Jadi BUMN Baru, DSI Bakal Rekrut Pegawai Profesional

25 Mei 2026, 20:26 WIBBusiness