Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, pergerakan nilai tukar rupiah menguat pada perdagangan sore hari ini seiring membaiknya sentimen pasar global yang didorong oleh meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pelaku pasar merespons positif kesepakatan yang dicapai pada awal pekan lalu untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang telah memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.
Meredanya konflik tersebut memungkinkan aktivitas pelayaran dan distribusi energi melalui Selat Hormuz kembali berjalan normal. Kondisi ini secara signifikan mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak dunia yang sebelumnya mendorong lonjakan harga energi.
"Kesepakatan awal pekan lalu untuk mengakhiri perang AS-Israel dengan Iran, yang dimulai pada 28 Februari, telah memungkinkan lalu lintas melalui selat untuk dimulai kembali sehingga meredakan kekhawatiran pasokan yang membuat harga minyak mentah dunia terus merosot tajam pekan ini," ujarnya.
Sejalan dengan membaiknya situasi, harga minyak mentah dunia tercatat terus mengalami penurunan tajam sepanjang pekan ini. Penurunan harga minyak tersebut turut mendukung penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah karena mengurangi tekanan inflasi impor dan memperbaiki prospek stabilitas ekonomi.