- Bath Thailand menguat 0,01 persen
- Pesso Filipina menguat 0,02 persen
- Won Korea menguat 0,33 persen
- Yen Jepang menguat 0,05 persen
- Rupee India melemah 0,18 persen
Rupiah Kembali Cetak Rekor Terlemah di Rp17.721 per Dolar AS

- Rupiah kembali melemah ke rekor terendah Rp17.721 per dolar AS, turun 15 poin atau 0,08 persen dibanding penutupan sebelumnya.
- Ketidakpastian perdamaian Timur Tengah dan kenaikan harga minyak serta imbal hasil obligasi AS menjadi tekanan utama bagi rupiah.
- Pasar menunggu hasil RDG Bank Indonesia dan pidato Presiden Prabowo terkait KEM-PPKF RAPBN 2027 untuk melihat arah kebijakan ekonomi.
Jakarta, IDN Times -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot dibuka makinlemah, bahkan kembali tembus level terendahnya dalam sejarah pada Rabu (20/5/2026) pagi. Mata uang Garuda tercatat berada pada level Rp17.721 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 15 poin atau 0,08 persen dibandingkan dengan penutupan akhir pekan lalu.
1. Mata uang di Asia menguat
Hingga pukul 09.13 WIB, pergerakan mata uang di kawasan mayoritas menguat, rinciannya:
2. Rupiah akan melemah hari ini
Analis mata uang, Lukman Leong, mengatakan ketidakpastian mengenai kesepakatan perdamaian di Timur Tengah masih menjadi sentimen yang harus diantisipasi dalam kenaikan harga minyak mentah dunia, imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury), serta indeks dolar AS.
"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS di tengah ketidakpastian mengenai kesepakatan perdamaian Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak mentah, imbal hasil obligasi AS, dan indeks dolar AS," ujar Lukman, pagi ini.
3. Pasar nantikan hasil Rapat Dewan Gubernur BI dan pidato Presiden dalam KEM-PPKF
Menurut dia, pelaku pasar juga tengah menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan diumumkan sore ini. Jika bank sentral memutuskan menaikkan suku bunga acuan sesuai ekspektasi pasar, langkah tersebut dinilai dapat memberikan dukungan terhadap pergerakan rupiah.
"Investor menantikan RDG BI sore ini yang apabila seperti yang diharapkan menaikkan suku bunga akan sedikit banyak mendukung rupiah," katanya.
Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Selain RDG BI, pasar juga menyoroti pidato Presiden Prabowo Subianto terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 di DPR RI.
Menurut Lukman, pelaku pasar akan mencermati isi pidato tersebut untuk melihat arah kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah ke depan.
"Untuk pidato tentunya penting. Pastinya ditunggu apakah isi dari pidato tersebut," ujarnya.
















![[QUIZ] Dari MBTI, Ini Ide Bisnis yang Cocok untuk Kepribadian Ekstrovert](https://image.idntimes.com/post/20240320/tim-mossholder-zhffvw2u93u-unsplash-90788451079a40c7884ed313ca93232a.jpg)


![[QUIZ] Pilih Ide Bisnis, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20240219/pexels-startup-stock-photos-7103-a56a4ee6b878557b98051ffe7f93ee25-bae414e6e8f3154ea4ce8f51e23c7387.jpg)