Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rupiah Lanjutkan Pelemahan, Ditutup ke Rp16,997 per Dolar AS

Rupiah Lanjutkan Pelemahan, Ditutup ke Rp16,997 per Dolar AS
ilustrasi dolar Amerika (pexels.com/Kaboompics.com)
  • Rupiah ditutup melemah ke Rp16.997 per dolar AS, turun 39 poin atau 0,23 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
  • Pelemahan rupiah dipicu sentimen global seperti konflik Timur Tengah dan harga minyak tinggi, serta kekhawatiran fiskal domestik.
  • Pelaku pasar memperkirakan BI akan melakukan intervensi menjaga stabilitas dengan kisaran pergerakan rupiah di Rp16.900–Rp17.000 per dolar AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah ditutup semakin melemah pada akhir perdagangan Senin (16/3/2025). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah ke level Rp16.997 per dolar AS.

Rupiah sempat terpantau menembus Rp17.000 per dolar AS pada pukul 14.50 WIB, Nilainya secara keseluruhan, rupiah tercatat melemah 39 poin atau 0,23 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

  1. 1. Sejumlah mata uang di Asia melemah

    Pelemahan rupiah terpantau paling dalam dibandingkan mata uang lainnya, berikut rinciannya:

    • Bath Thailand melemah 0,76 persen
    • Pesso Filipina melemah 0,25 persen
    • Dolar Taiwan melemah 0,07 persen
    • Dolar Hongkong melemah 0,03 persen.

  2. 2. Sengtimen domestik dan global picu kekhawatiran investor

    Pengamat pasar uang, Lukman Leong, menyebut nilai tukar rupiah diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan hari ini seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap konflik di kawasan Timur Tengah yang terus memanas serta harga minyak dunia yang tetap tinggi. Sementara sisi sentimen domestik terkait ketahanan fiskal menghadapi gejolak global.

    Sentimen geopolitik tersebut memicu peningkatan permintaan terhadap aset-aset safe haven dan memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Kenaikan harga minyak juga berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan Indonesia karena meningkatnya biaya impor energi.

    "Iya, sentimen domestik memang sudah lama negatif, tentunya Perppu ini makin mengkhawtirkan investor," ujarnya.

  3. 3. Rupiah diperkirakan di kisaran Rp16.900 hingga Rp17.000 per dolar AS

    Meski demikian, pelaku pasar memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan kembali hadir di pasar, untuk melakukan intervensi guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Langkah stabilisasi tersebut dipandang penting untuk meredam volatilitas yang meningkat di pasar keuangan.

    "Pada perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp16.900 hingga Rp17.000 per dolar AS," tegasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More