Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rupiah Masih Melemah ke Rp17.862,5 per Dolar AS
Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)
  • Rupiah dibuka melemah ke Rp17.862,5 per dolar AS pada Jumat (29/5/2026), turun 17 poin atau 0,10 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
  • Sejumlah mata uang Asia bergerak variatif, dengan mayoritas menguat seperti baht Thailand, ringgit Malaysia, dan won Korea, sementara rupee India justru melemah tipis.
  • Analis memproyeksikan rupiah berpotensi menguat hingga kisaran Rp17.800–Rp17.900 per dolar AS dipengaruhi pelemahan dolar AS akibat data inflasi PCE rendah dan kesepakatan gencatan senjata AS–Iran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah pada level Rp17.862,5 per dolar AS pada perdagangan Jumat (29/5/2026)

Berdasarkan Bloomberg, rupiah dibuka melemah 17 poin atau 0,10 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin.

1. Rincian pergerakan mata uang di Asia

Daftar mata uang di Asia bergerak variatif, dengan rincian:

  • Bath Thailand menguat 0,25 persen

  • Ringgit Malaysia menguat 0,27 persen

  • Yuan China menguat 0,06 persen

  • Pesso Filipina menguat 0,29 persen

  • Dolar Taiwan menguat 0,20 persen

  • Rupee India melemah 0,07 persen

  • Won Korea menguat 0,49 persen

2. Rupiah berpotensi menguat pagi ini

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksikan rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini seiring melemahnya mata uang Negeri Paman Sam tersebut.

"Sentimen pasar dipengaruhi laporan mengenai kesepakatan antara AS dan Iran untuk memperpanjang gencatan senjata," kata Lukman.

3. Rupiah berpotensi bergerak hingga level Rp17.900 per dolar AS sore ini

Pelemahan dolar AS juga dipicu oleh data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang tercatat lebih rendah dari perkiraan pasar.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah merespons laporan, AS dan Iran sepakat memperpanjang gencatan senjata. Data inflasi PCE AS yang lebih lemah dari perkiraan juga menekan dolar AS," ujar Lukman, Kamis (29/5/2026).

Menurutnya, pergerakan rupiah terhadap dolar AS hari ini diperkirakan berada pada kisaran Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS.

Pelaku pasar saat ini mencermati perkembangan geopolitik global serta arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve, yang turut memengaruhi pergerakan mata uang emerging markets, termasuk rupiah.

Editorial Team

Related Article