Jakarta, IDN Times - Pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi menambah tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Pasalnya, depresiasi rupiah dapat meningkatkan beban subsidi energi, terutama bahan bakar minyak (BBM), seiring dengan ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak dan gas (migas).
Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, mengatakan pelemahan rupiah akan membuat biaya impor minyak dan gas semakin mahal. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan anggaran pemerintah untuk menanggung selisih harga energi melalui subsidi.
"Ketika rupiah melemah, harga BBM dan gas akan semakin tinggi. Maka, beban subsidi untuk menanggung kenaikan harga juga akan meningkat," kata Nailul kepada IDN Times, Jumat (30/10/2026).
