Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan masa depan konflik AS dan Iran masih dipenuhi ketidakpastian. Di satu sisi, sinyal perdamaian tampak simpang siur.
"Trump mengonfirmasi bahwa delegasi yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance akan melakukan perjalanan ke Pakistan untuk pembicaraan lebih lanjut minggu ini," kata dia.
Di pihak Iran, para pejabat menilai pembicaraan sulit terjadi selama AS masih memberlakukan blokade angkatan laut. Meski demikian, laporan menunjukkan Teheran telah memberikan sinyal kepada mediator regional mengenai pengiriman delegasi ke Islamabad.
Kekhawatiran pasar memuncak mengingat gencatan senjata yang sangat rapuh antara kedua negara akan berakhir pada Rabu (22/4/2026). Trump sudah memberi sinyal, perpanjangan kesepakatan tersebut kemungkinan tidak akan terjadi.
"Pasar juga tegang karena aksi militer lebih lanjut di Timur Tengah setelah AS menembaki dan menangkap kapal berbendera Iran pada akhir pekan," ujar Ibrahim.