Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini, Sinyal The Fed Jadi Angin Segar
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Rupiah menguat tipis 7 poin ke level Rp16.995 per dolar AS pada awal perdagangan Selasa, mencatat kenaikan sekitar 0,04 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
  • Pernyataan dovish dari pejabat The Fed memberi angin segar bagi rupiah, meski penguatan diperkirakan terbatas karena sentimen pasar masih negatif dan harga minyak dunia meningkat.
  • Ketegangan antara AS dan Iran membuat investor tetap waspada, sementara proyeksi pergerakan rupiah hari ini berada di kisaran Rp16.950–Rp17.050 per dolar AS dengan potensi fluktuasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah terpantau menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat mengawali perdagangan Selasa (31/3/2026).

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.02 WIB, rupiah berada di level Rp16.995 per dolar AS. Angka tersebut menunjukkan penguatan 7 poin atau sekitar 0,04 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

1. Sinyal dari Bos The Fed jadi angin segar buat rupiah

Pengamat pasar uang Lukman Leong menilai rupiah memiliki potensi untuk terus menguat terhadap dolar AS, menyusul adanya pernyataan dovish dari Gubernur Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) serta pejabat The Fed lainnya. Pejabat bank sentral yang bersikap dovish biasanya lebih memilih untuk mempertahankan suku bunga rendah atau bahkan memangkasnya untuk merangsang pertumbuhan ekonomi.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS menyusul pernyataan dovish dari Kepala The Fed Powell dan pejabat The Fed William," ujarnya.

Namun, Lukman memperkirakan penguatan akan cenderung terbatas. Pasalnya, sentimen pasar secara umum masih dianggap negatif, ditambah lagi dengan harga minyak dunia yang terus melonjak akibat eskalasi atau peningkatan ketegangan konflik di wilayah Timur Tengah.

2. Ketegangan AS-Iran bikin investor tetap was-was

Senada dengan hal tersebut, pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyebutkan pasar tetap waspada terhadap potensi perluasan perang Iran. Kekhawatiran ini muncul setelah kelompok Houthi yang berbasis di Yaman menyerang Israel pada akhir pekan lalu.

"Pasar tetap waspada terhadap potensi eskalasi perang Iran setelah kelompok Houthi yang berbasis di Yaman dan didukung Iran menyerang Israel pada akhir pekan lalu," kata Ibrahim.

Di sisi lain, pihak Iran menyatakan kesiapannya untuk menghadapi invasi darat oleh AS, terutama setelah adanya laporan mengenai pengerahan ribuan pasukan Washington ke Timur Tengah. Meskipun Presiden AS Donald Trump menyebut negosiasi berjalan baik dan kesepakatan mungkin segera tercapai, ia tidak memberikan kepastian waktu dan justru memperingatkan kemungkinan serangan lanjutan ke Teheran.

Trump sendiri telah memperpanjang batas waktu serangan terhadap infrastruktur energi Iran hingga awal April nanti, sementara Iran tetap menolak gagasan pembicaraan langsung dengan AS sejak konflik pecah akhir Februari lalu.

3. Proyeksi pergerakan rupiah terhadap dolar AS hari ini

Melihat dinamika pasar, Lukman memperkirakan mata uang Garuda akan bergerak pada kisaran harga Rp16.950 hingga Rp17.050 per dolar AS dalam perdagangan hari ini.

Sementara itu, Ibrahim memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif dan berisiko ditutup melemah. Dia memperkirakan posisi penutupan rupiah hari ini akan berada pada rentang sensitif antara Rp17.000 hingga Rp17.040 per dolar AS.

Editorial Team