Senada dengan hal tersebut, pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyebutkan pasar tetap waspada terhadap potensi perluasan perang Iran. Kekhawatiran ini muncul setelah kelompok Houthi yang berbasis di Yaman menyerang Israel pada akhir pekan lalu.
"Pasar tetap waspada terhadap potensi eskalasi perang Iran setelah kelompok Houthi yang berbasis di Yaman dan didukung Iran menyerang Israel pada akhir pekan lalu," kata Ibrahim.
Di sisi lain, pihak Iran menyatakan kesiapannya untuk menghadapi invasi darat oleh AS, terutama setelah adanya laporan mengenai pengerahan ribuan pasukan Washington ke Timur Tengah. Meskipun Presiden AS Donald Trump menyebut negosiasi berjalan baik dan kesepakatan mungkin segera tercapai, ia tidak memberikan kepastian waktu dan justru memperingatkan kemungkinan serangan lanjutan ke Teheran.
Trump sendiri telah memperpanjang batas waktu serangan terhadap infrastruktur energi Iran hingga awal April nanti, sementara Iran tetap menolak gagasan pembicaraan langsung dengan AS sejak konflik pecah akhir Februari lalu.