Jakarta, IDN Times - Ekonom menilai kenaikan cadangan devisa pada Agustus sebesar 1,2 miliar dolar AS menjadi 146,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.593 triliun, dari posisi akhir Juli sebesar 145,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.571 triliun, tidak serta-merta disebabkan oleh penguatan rupiah dalam beberapa waktu terakhir.
Meski demikian, penguatan rupiah dapat membantu menjaga posisi cadangan devisa (cadev) karena mengurangi kebutuhan intervensi Bank Indonesia (BI) di pasar valuta asing.
Lead Economist Bank Danamon Indonesia Irman Faiz mengatakan hubungan antara pergerakan rupiah dan cadev tidak selalu berjalan satu arah. Penguatan rupiah tidak otomatis membuat cadev bertambah.
"Penguatan rupiah lebih tepat kita lihat sebagai faktor yang membantu mengurangi kebutuhan intervensi BI, sehingga tekanan terhadap cadev menjadi lebih kecil. Jadi hubungan Rupiah dan cadev tidak selalu satu arah," tegasnya saat dihubungi, Senin (7/9/2026).
