Menurut analis pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi pelemahan rupiah didorong oleh sentimen negatif pelaku pasar terhadap kondisi fiskal Tanah Air.
Dengan harga minyak dunia yang menyentuh 108 dolar AS per barel, pemerintah harus menambah alokasi anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) dalam APBN. Sebab, dalam APBN tahun ini, pemerintah menetapkan asumsi harga minyak mentah senilai 70 dolar AS.
“Anggaran fiskal (APBN) jebol karena beban subsidi yang tidak rasionaldan pemerintah mempertahankan subsidi BBM. Kalau menaikkan Harga BBM, akan memicuinflasi tinggi, menurunkan daya beli masyarakat, dan berisiko memperlambat pertumbuhanekonomi secara keseluruhan,” tutur Ibrahim dalam keterangannya.