Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Said Iqbal Siap Surati Nike Demi Cegah PHK 4.000 Buruh
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Said Iqbal ungkap 4.000 pekerja PT Feng Tay di Bandung dirumahkan usai pesanan sepatu Nike selesai, sambil menunggu kepastian order baru dari perusahaan global tersebut.
  • Pemerintah dan serikat buruh berencana menyurati manajemen Nike melalui jalur internasional untuk memperpanjang pesanan serta mencegah potensi PHK massal di PT Feng Tay.
  • Said Iqbal menyoroti laporan pekerja hanya menerima 50 persen upah, menegaskan hal itu melanggar kode etik perusahaan global yang mewajibkan pembayaran penuh sesuai kontrak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada banyak pekerja di pabrik sepatu di Bandung yang sekarang tidak kerja karena pesanan dari Nike sudah habis. Katanya ada 4.000 orang yang disuruh di rumah dulu, belum dipecat. Pak Said Iqbal mau kirim surat ke Nike supaya pesan sepatunya ditambah biar orang-orang bisa kerja lagi dan digaji dengan baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengungkap adanya potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 4.000 pekerja PT Feng Tay Indonesia di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Menurut Said Iqbal, ribuan pekerja tersebut saat ini belum mengalami PHK, namun sudah dirumahkan sambil menunggu kepastian pesanan dari Nike sebagai pemberi order utama perusahaan.

Ia mengatakan, temuan tersebut diperoleh dari hasil kunjungan lapangan yang dilakukan di sejumlah kawasan industri di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jakarta untuk memetakan potensi ancaman PHK di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.

Said Iqbal menegaskan, pemerintah bersama serikat buruh tengah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk mencegah PHK massal tersebut terjadi.

1. Order Nike selesai, 4.000 buruh PT Feng Tay dirumahkan

potret sepatu Nike cokelat pria (unsplash.com/gymxratpapii)

Said Iqbal mengatakan, PT Feng Tay yang memproduksi sepatu Nike mengalami penurunan aktivitas setelah pesanan yang sedang dikerjakan selesai. “Ada potensi ancaman PHK 4.000 karyawan. Baru potensi ya ancaman PHK 4.000 karyawan,” kata Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Minggu (21/6/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan temuan awal, sebanyak 4.000 pekerja tersebut saat ini berstatus dirumahkan dan belum diberhentikan secara permanen.

“Temuan awal menyatakan bahwa orderan sepatu Nike ke PT Feng Tay sudah selesai. Sehingga menunggu orderan berikutnya ini belum ada kepastian sehingga 4.000 karyawan yang orderannya sudah selesai memproduksi sepatu Nike ini dirumahkan,” ujarnya.

Said Iqbal mengatakan jumlah keseluruhan pekerja di perusahaan tersebut diperkirakan mencapai 14.000 hingga 17.000 orang. Namun, pihaknya masih akan memastikan angka tersebut lebih lanjut.

2. Said Iqbal bakal surati Nike dan gunakan jalur internasional

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, tiba di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta (IDN Times/M. Ilman Nafi'an)

Untuk mencegah PHK, Said Iqbal mengatakan pemerintah dan serikat buruh akan berupaya meminta agar pesanan Nike kepada PT Feng Tay diperpanjang. Ia mengaku memiliki jalur komunikasi dengan organisasi serikat buruh internasional IndustriALL yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan perusahaan global tersebut.

“Saya punya jalur tentu untuk itu agar memperpanjang pekerjaan, ordernya ditambah,” katanya.

Menurut Said Iqbal, surat juga akan dikirim kepada PT Feng Tay maupun manajemen Nike agar pengurangan pesanan dapat dihindari.

“Saya bisa membuat surat langsung ke manajemen PT Nike. Saya punya jalur melalui IndustriAll, organisasi serikat buruh dunia. Kita akan meyakinkan PT Nike ordernya jangan dikurangin, harus kalau bisa tetap diperpanjang, karena kan bagus perusahaannya,” ujarnya.

Selain itu, ia mengatakan akan melaporkan persoalan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta pimpinan DPR RI untuk mengkaji kemungkinan pemberian relaksasi pajak kepada perusahaan.

3. Pemberian upah harus sesuai Kode Etik

ilustrasi upah PRT (pexels.com/Defrino Maasy)

Said Iqbal juga menyoroti informasi mengenai pekerja yang dirumahkan hanya menerima 50 persen upah. Menurut dia, kondisi tersebut perlu diperiksa karena perusahaan-perusahaan global seperti Nike memiliki code of conduct atau kode etik yang mengatur perlindungan hak pekerja.

“Kalau tidak dibayar satu tahun, berarti melanggar aturan itu,” kata dia.

Ia menjelaskan, berdasarkan praktik internasional, pembayaran kepada pekerja seharusnya tetap dilakukan penuh sesuai kontrak meskipun pesanan dihentikan lebih cepat.

“Nah, kalau tidak dibayar satu tahun, berarti melanggar aturan itu. Nah, saya mau periksa, karena ada informasi yang dirumahkan 4.000 karyawan ini hanya dibayar upah 50 persen. Ini nggak boleh!” tegasnya.

Said Iqbal mengatakan langkah yang dilakukan pemerintah bukan untuk mencari kesalahan perusahaan, melainkan membantu dunia usaha sekaligus menyelamatkan pekerja.

“Nah, kenapa kita perlu turun ke lapangan, jadi bukan mau ngorek-ngorek kesalahan, nggak, kita mau bantu perusahaan dan menyelamatkan karyawan. Ini yang menjadi concern dari Presiden Prabowo Subianto di tengah situasi ekonomi global ini,” katanya.

Editorial Team

Related Article