Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sekolah Diliburkan Imbas Karhutla, MBG Tak Dibagikan Sementara
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudayono. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • Program Makan Bergizi Gratis dihentikan sementara ketika sekolah diliburkan akibat kebakaran hutan dan lahan, sesuai edaran Badan Gizi Nasional kepada dapur SPPG.
  • Pembagian MBG saat sekolah libur hanya terjadi sehari karena SPPG di wilayah terdampak telanjur membeli dan mengolah bahan sebelum mengetahui penutupan sekolah.
  • Makanan yang sudah terlanjur diproduksi disalurkan melalui koordinasi dengan BPBD, kepala daerah, dan pihak berwenang di wilayah terdampak, termasuk Kalimantan dan Sumatra.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut diliburkan selama sekolah diliburkan karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Jadi ini kita sudah memberikan edaran seperti itu di dapur-dapur. Sehingga pada saat dia libur sekolah, ya enggak dikasih,” kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

1. MBG tetap dibagikan hanya karena SPPG sudah terlanjur produksi

Konferensi pers rapat koordinasi perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (26/8/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Sudaryono mengatakan, persoalan orang tua diminta mengambil MBG saat sekolah libur imbas karhutla hanya terjadi satu hari. Kala itu, SPPG di wilayah terdampak karhutla, tak mengetahui bahwa sekolah diliburkan, sehingga tetap berbelanja bahan-bahan untuk MBG. Dikarenakan bahan sudah dibeli, maka SPPG tetap memproduksi MBG. Namun, hal itu hanya terjadi satu kali.

“Sehingga kami perjelas lagi bahwa yang dibagi itu adalah, kan dia sudah beli bahan makanannya kan di sehari sebelumnya kan? Jadi sudah kemudian sudah di, kangkungnya sudah dicacah, kemudian buahnya sudah dipotong, sebagian sudah dimasak. Nah, yang sudah kadung dibeli bahan bakunya itu kemudian tetap dimasak,” ujar Sudaryono.

2. Pembagian MBG berkoodinasi dengan BPBD

Ilustrasi: Pengolahan MBG di SPPG Gagaksipat, Boyolali. (IDN Times/Larasati Rey)

Sudaryono mengatakan, MBG yang tetap dibagikan saat karhutla disalurkan melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Nah, yang sudah kadung dibeli bahan bakunya itu kemudian tetap dimasak dan kemudian berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, kepala daerah, dan pihak berwenang di lingkungan itu bagaimana mekanisme pembagian,” tutur Sudaryono.

3. SPPG sudah diberi edaran

Proses water bombing oleh tim satgas Udara Karhutla Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Sudaryono mengatakan, pihaknya sudah memberikan surat edaran kepada SPPG untuk tidak memproduksi MBG jika sekolah diliburkan imbas karhutla.

“Maka ada yang diambil, ada yang di Kalteng, ada yang di Kalsel, ada yang di Kalimantan Barat, termasuk yang di Sumatra. Jadi ini kita sudah memberikan edaran seperti itu di dapur-dapur,” ucap Sudaryono.

Curated For You

Editorial Team

Related Article