Dari dalam negeri, pelaku pasar masih menunggu hasil evaluasi MSCI setelah lembaga tersebut menurunkan penilaian indikator Information Flow Indonesia dari positif menjadi negatif dalam laporan Global Market Accessibility Review.
"Sejumlah catatan terkait transparansi struktur kepemilikan saham publik atau free float serta indikasi aktivitas perdagangan yang dinilai terkoordinasi dan informasi perusahaan emiten sering tidak tersedia secara lengkap dalam bahasa Inggris," tutur Ibrahim.
Selain itu, pasar mencermati berbagai persoalan di sektor manufaktur, mulai dari penghentian produksi, keterlambatan pembayaran gaji, hingga relokasi investasi ke negara lain.
Terdapat empat perusahaan yang terancam melakukan PHK ribuan pekerja akibat ketidakpastian global, termasuk perusahaan komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto yang disebut menghadapi risiko pemindahan sebagian produksi oleh prinsipal di Jepang.