Siap-siap El Nino Godzilla, Stok Beras RI Cukup Sampai 11 Bulan

- Mentan Amran Sulaiman memastikan stok beras nasional mencapai 4,6 juta ton dan diproyeksikan naik menjadi 5 juta ton pada April, tertinggi sepanjang sejarah.
- Total cadangan beras nasional termasuk stok gudang, Horeka, dan standing crop mencapai 28 juta ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga sekitar 11 bulan ke depan.
- Pemerintah menyiapkan langkah antisipasi El Nino Godzilla dengan pemetaan wilayah rawan kering, percepatan tanam, serta penyiagaan alat pertanian seperti pompa air dan traktor.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman. Dia menyebutkan cadangan beras telah mencapai 4,6 juta ton dan diprediksi meningkat hingga 5 juta ton pada April.
Amran mengeklaim pencapaian tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Dia membandingkan dengan periode April di tahun-tahun sebelumnya yang biasanya hanya menyentuh angka 1,5 juta hingga 2 juta ton.
"Alhamdulillah stok kita 4,6 juta ton hari ini. Bulan April Insyaallah bisa 5 juta ton. Dan ini tertinggi sepanjang sejarah. Dulu kalau bulan April itu hanya 1,5 juta ton, maksimal 2 juta ton. Berarti tiga kali lipat. Nah ini adalah kita patut syukuri," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
1. Cadangan beras nasional diklaim cukup untuk 11 bulan ke depan

Amran memerinci akumulasi stok pangan yang dimiliki Indonesia. Selain 5 juta ton stok di gudang, terdapat cadangan di sektor Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka) sebesar 12,5 juta ton.
"Kemudian, antisipasi ada El Nino Godzilla, yaitu kering 6 bulan. Stok kita ada 5 juta ton nanti ini bulan, kemudian di Horeka itu 12,5 juta ton," tuturnya.
Pemerintah juga menghitung potensi dari standing crop atau tanaman yang siap panen sebesar 11 juta ton. Dengan total keseluruhan mencapai 28 juta ton, Amran menyatakan jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga 10,7 sampai 11 bulan ke depan.
"Totalnya 28 juta ton. Nah itu kalau 28 juta ton itu cukup untuk 10,7 bulan sampai 11 bulan ke depan," ujar dia.
2. Pemerintah siapkan langkah antisipasi El Nino Godzilla
Terkait tantangan iklim, Amran mengungkapkan pemerintah telah bersiap menghadapi fenomena El Nino Godzilla yang diperkirakan memicu kekeringan selama enam bulan.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, produksi selama masa El Nino minimal bisa mencapai 2 juta ton per bulan. Dengan estimasi produksi tersebut, total hasil selama enam bulan kemarau diprediksi mencapai 12 juta ton.
"Artinya apa? Kita Insya Allah ke depan sampai bulan Mei cukup. Padahal panen puncak di Maret, dan keringnya hanya 6 bulan, berarti aman," kata Amran.
3. Siagakan alat pertanian dan petakan wilayah kekeringan
Amran sebelumnya telah meminta kepala daerah melakukan pemetaan wilayah yang memiliki riwayat kekeringan. Langkah antisipasi lainnya meliputi percepatan masa tanam, optimalisasi pengelolaan air irigasi, serta rehabilitasi embung dan sumur.
"Untuk mendukung langkah-langkah tersebut, Kementerian Pertanian telah menyiagakan alat dan mesin pertanian berupa pompa air, traktor, handsprayer, transplanter, dan lain-lain," jelasnya dalam keterangan tertulis.


















