Menkeu Purbaya Klaim Ekonomi RI Tahan dari Gejolak Global

- Menkeu Purbaya menegaskan ekonomi Indonesia tetap tangguh meski dunia dilanda ketidakpastian akibat konflik geopolitik dan lonjakan harga energi.
- Pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026 tercatat di atas rata-rata negara G20 dan ASEAN, dengan inflasi yang masih stabil.
- Pemerintah fokus memperkuat sektor keuangan sebagai fondasi utama agar pembiayaan ke sektor produktif makin optimal dan pertumbuhan berkelanjutan tercapai.
Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan dinamika perekonomian dan politik global saat ini masih dipenuhi ketidakpastian. Sejumlah konflik geopolitik yang berlangsung di berbagai kawasan dinilai berpotensi mengganggu rantai pasok global serta memicu lonjakan harga energi.
Purbaya mengklaim perekonomian Indonesia tetap mampu menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah tekanan eksternal tersebut.
"Indonesia tercatat berhasil mempertahankan kinerja ekonomi yang solid, dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini masih berada di atas rata-rata negara-negara G20 maupun ASEAN," tegasnya dalam Rapat Paripurna, Kamis (4/6/2026).
Ia menjelaskan berbagai indikator ekonomi menunjukkan tren positif, sementara inflasi tetap terjaga stabil. Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan berbagai terobosan di berbagai sektor, termasuk penguatan sektor keuangan yang dinilai menjadi fondasi utama perekonomian nasional.
Sektor keuangan disebut berperan sebagai “jaringan saraf” dari mesin pertumbuhan ekonomi, yang berfungsi menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor produktif agar mampu berkembang lebih optimal.
"Dengan penguatan sistem keuangan yang sehat dan inklusif, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan di tengah tantangan global yang masih bergejolak," tegasnnya.



















