Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Stasiun Jatake Resmi Beroperasi, Ekonomi Lokal Diharapkan Bisa Tumbuh

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi saat meresmikan Stasiun Jatake
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi saat meresmikan Stasiun Jatake (dok. BKIP Kemenhub)
Intinya sih...
  • Kurangi beban Stasiun Rawabuntu dan Cisauk
  • Pembangunan Stasiun Jatake dilakukan melalui skema kolaborasi tanpa menggunakan dana APBN
  • Stasiun Jatake sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat perkeretaapian sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, meresmikan Stasiun Kereta Jatake yang berlokasi di Desa Jatake, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Rabu (28/1/2026). Peresmian tersebut menandai hadirnya simpul transportasi baru pada lintas Tanah Abang - Rangkasbitung untuk mendukung mobilitas masyarakat kawasan perkotaan.

"Stasiun Jatake dibangun untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus tumbuh dan meningkatnya kebutuhan transportasi publik seiring pengembangan kawasan Serpong, BSD, dan sekitarnya," ujar Dudy, dikutip Kamis (29/1/2026).

1. Kurangi beban Stasiun Rawabuntu dan Cisauk

Tampilan terkini konstruksi Stasiun Jatake
Tampilan terkini konstruksi Stasiun Jatake (dok. KAI)

Kehadiran stasiun Jatake diharapkan dapat mengurangi beban Stasiun Rawabuntu dan Cisauk yang selama ini mengalami lonjakan penumpang harian. Adapun kapasitas layanan Stasiun Jatake saat ini bisa melayani 20 ribu penumpang per harinya.

Pembangunan Stasiun Jatake dilaksanakan melalui skema kolaborasi antara pemerintah, BUMN, pemerintah daerah, dan badan usaha swasta, tanpa menggunakan dana APBN. Proyek ini menggunakan skema pembiayaan kreatif kerja sama antara PT Kereta Api Indonesia dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

"Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga pembangunan Stasiun Jatake dapat terwujud tanpa menggunakan dana APBN, dengan melalui skema kolaborasi yang sehat dan saling menguatkan," kata Dudy.

2. Pembangunan Stasiun Jatake sejalan arah kebijakan nasional

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi di Stasiun Jatake
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi di Stasiun Jatake (dok. BKIP Kemenhub)

Pembangunan Stasiun Jatake sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat perkeretaapian sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat. Hal itu juga sesuai dengan keinginan pemerintah yang terus mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke angkutan massal guna mengurangi kemacetan dan emisi. 

"Stasiun ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas, memperlancar pergerakan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Kabupaten Tangerang dan sekitarnya," kata Dudy.

3. Profil Stasiun Jatake

Stasiun Jatake
Stasiun Jatake (dok. BKIP Kemenhub)

Stasiun Jatake memiliki luas bangunan 3.198 meter persegi dengan fasilitas peron yang memadai serta area penunjang yang terintegrasi. Stasiun ini memiliki luas peron 300 meter persegi dengan bangunan yang terdiri atas tiga lantai.

Operasional perjalanan kereta di Stasiun Jatake saat ini memiliki headway (selang waktu kedatangan kereta) antara 5-10 menit. Total frekuensi perjalanan harian yang akan melalui Stasiun Jatake sebanyak 192 perjalanan.

Dari sisi layanan, Stasiun Jatake akan melayani Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung yang mencakup Tanah Abang, Palmerah, Kebayoran, Pondok Ranji, Jurang Mangu, Sudimara, Rawa Buntu, Serpong, Cisauk, Cicayur, Jatake, Parung Panjang, Cilejit, Daru, Tenjo, Tigaraksa, Cikoya, Maja, Citeras, hingga Rangkasbitung.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Business

See More

Rupiah Hampir Sentuh Rp16.800 Usai Dolar AS Rebound

29 Jan 2026, 10:33 WIBBusiness