Jakarta, IDN Times - Status Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah atas (upper-middle income) dinilai belum sepenuhnya mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Pasalnya, lebih dari 64 persen penduduk Indonesia masih berada di bawah standar pengeluaran 8,3 dolar AS per hari yang digunakan Bank Dunia untuk mengukur kemiskinan di negara berpendapatan menengah atas.
Ekonom Core Yusuf Rendy Manilet menilai indikator tersebut relevan untuk melihat kondisi kesejahteraan masyarakat secara lebih utuh.
"Angka tersebut menjadi pengingat keras bahwa predikat Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah atas lebih merepresentasikan pencapaian agregat makroekonomi ketimbang pemerataan daya beli di level bawah," ungkap Yusuf kepada IDN Times, Jumat (4/9/2026).
