Pengamat Ekonomi Unika Atma Jaya sekaligus Juri Lomba Debat Mahasiswa IDN Times, Profesor Rosdiana Sijabat, menilai pergantian Menteri Keuangan perlu dilihat dari kondisi kepemimpinan sektor fiskal dan moneter yang tengah menghadapi masa sulit.
Analisis Pengamat Ekonomi Suahasil Gantikan Purbaya sebagai Menkeu

- Presiden Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa; sebelumnya, Suahasil menjabat Wakil Menteri Keuangan.
- Pengamat Rosdiana Sijabat menyoroti tiga pergantian Menteri Keuangan dalam kurang dari tiga tahun yang berisiko mengganggu kesinambungan kebijakan fiskal.
- Pasar merespons positif pengalaman Suahasil, namun ia menghadapi defisit APBN, penerimaan pajak, dan beban bunga utang sambil menjaga keseimbangan fiskal serta pertumbuhan.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan, Senin, 14 September 2026, untuk menggantikan posisi Purbaya Yudhi Sadewa, dan melanjutkan masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. Sebelumnya, Suahasil menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan mendampingi Purbaya setahun ke belakang.
1. Pergantian Menkeu berturut-turut dalam waktu singkat jadi perhatian

Suahasil Nazara resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an) Rosdiana menilai pergantian Menteri Keuangan dalam waktu yang relatif singkat menjadi persoalan tersendiri bagi kesinambungan kebijakan fiskal. Menurut dia, dalam waktu kurang dari tiga tahun, posisi Menteri Keuangan telah berganti tiga kali. Kondisi tersebut dinilai jarang terjadi dan dapat memengaruhi keberlanjutan kebijakan dari satu menteri ke menteri berikutnya.
“Dalam waktu kurang lebih tidak sampai tiga tahun, kita itu berganti Menteri Keuangan sebanyak tiga kali. Ini kan jarang terjadi ya, jadi di sinilah kita melihat memang perekonomian kita ini tidak bisa untuk dicoba-coba seperti itu ya dari sisi pengelolaan kebijakan, gitu ya,” ujar Rosdiana.
2. Pergantian Menkeu Suahasil disambut positif pasar

Suahasil Nazara resmi menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, Senin (14/9/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an) Disisi lain, Rosdiana melihat ada respons positif dari pasar setelah Suahasil ditunjuk sebagai Menteri Keuangan. Menurutnya, respons pasar menunjukkan rasa senang menyambut adanya harapan terhadap pergantian tersebut. Salah satu alasannya adalah pengalaman Suahasil yang cukup panjang di Kementerian Keuangan.
Suahasil diketahui pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) dan menjadi Wakil Menteri Keuangan. Sebelum dilantik sebagai Menkeu, ia telah lama terlibat dalam perumusan kebijakan fiskal pemerintah.
“Respons pasar saya kira positif, karena mau tidak mau memang Pak Sua ini dianggap memiliki pengalaman yang cukup mumpuni gitu ya,” kata Rosdiana.
3. Suahasil dinilai punya karakter yang hati-hati terhadap kebijakan fiskal

Suahasil Nazara resmi di lantik sebagai Menteri Keuangan. (IDN Times/Triyan) Rosdiana menilai pengalaman Suahasil di Kementerian Keuangan menjadi salah satu modal penting dalam menghadapi kondisi fiskal saat ini. Ia menyebut Suahasil memiliki pengalaman cukup lama mendampingi Sri Mulyani dan memahami prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan fiskal.
“Cukup lama juga mendampingi Bu Sri Mulyani. Jadi mungkin ada kemiripan cara kerja, cara berpikir. Kemudian itu mungkin melekat kepada Pak Sua, gitu ya. Tidak terlalu agresif, tidak terlalu berani, tetapi bagaimana memastikan perekonomian bisa berjalan baik, tapi juga prinsip kehati-hatian secara fiskal,” ujarnya.
Menurut Rosdiana, pendekatan tersebut penting karena pemerintah saat ini tidak hanya membutuhkan kebijakan fiskal yang mendorong pertumbuhan, tetapi juga harus tetap berhati-hati untuk mempertahankan keseimbangannya.
“Bagaimana tetap prudent, tetapi juga memberikan peluang terhadap dorongan-dorongan fiskal untuk memacu pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
4. Tekanan fiskal saat ini jadi tantangan besar untuk Suahasil

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara hadir ke ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin Senin (14/9/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an) Rosdiana mengatakan Suahasil menghadapi tekanan fiskal yang cukup nyata setelah dipercaya menduduki kursi Menteri Keuangan. Salah satu tantangannya adalah risiko defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mendekati tiga persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Di sisi lain, penerimaan negara masih belum mampu sepenuhnya menutupi kebutuhan belanja pemerintah.
Kemampuan pengumpulan pajak atau tax capacity juga dinilai masih menjadi persoalan, sementara pemerintah tetap menghadapi kebutuhan belanja yang tinggi.
“Jadi ini juga menjadi tantangan yang berat bagi Kementerian Keuangan seperti itu ya. Hal-hal lain misalkan tekanan fiskal yang berikutnya adalah tentang beban bunga utang yang juga cukup besar. Jadi pemerintah ya harus lebih hati-hati gitu ya karena ada kebutuhan pembiayaan sangat besar, gitu ya,” kata Rosdiana.
Menurutnya, pemerintah juga harus menanggung obligasi yang semakin meningkat, yang berarti semakin besar juga beban yang ditanggung APBN. Pada saat yang sama, pemerintah harus menjalankan fungsi-fungsi public goods provision.
5. Suahasil diharapkan bisa jaga keseimbangan fiskal dan pertumbuhan ekonomi

Suahasil Nazara resmi menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, Senin (14/9/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an) Rosdiana berharap pengalaman Suahasil di Kementerian Keuangan dapat menjadi modal untuk menjaga kebijakan fiskal tetap berhati-hati. Menurutnya, Suahasil tidak harus mengambil kebijakan fiskal yang terlalu agresif. Hal yang lebih penting adalah menjaga keseimbangan antara prinsip kehati-hatian dan kebutuhan mendorong perekonomian.
Rosdiana juga berharap pergantian Menkeu dapat memperkuat koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter.
“Prinsip prudent, prinsip kebijakan fiskal yang hati-hati tetapi memberi ruang gerak secara perlahan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi sebuah modal baru bagi kita,” kata Rosdiana.
Rosdiana menyebut pergantian tersebut memang tidak otomatis menyelesaikan seluruh persoalan fiskal Indonesia. Namun, dengan pengalaman Suahasil yang cukup, ia berharap perubahan ini dapat membawa arah baru dalam pengelolaan kebijakan fiskal.

















