Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Subsidi Energi 2027 Naik 20 Persen Jadi Rp272,9 Triliun, Ini Alasannya
Ilustrasi anggaran negara dengan ikon minyak dan dolar, menggambarkan beban subsidi energi yang membengkak. (Pixabay.com/Elliott day)
  • Pemerintah mengalokasikan subsidi energi Rp272,945 triliun dalam RAPBN 2027, naik 20,1 persen dari outlook 2026.
  • Anggaran mencakup subsidi JBT, LPG tabung 3 kg, dan listrik.
  • Alokasi listrik meningkat karena biaya pokok penyediaan tenaga listrik dan volume listrik bersubsidi bertambah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2026

Outlook subsidi energi sebesar Rp227,258 triliun. Outlook subsidi listrik sebesar Rp110,411 triliun dan subsidi JBT serta LPG sebesar Rp116.846,9 miliar.

2027

Pemerintah mengalokasikan subsidi energi Rp272,945 triliun dalam RAPBN 2027. Alokasi mencakup subsidi JBT dan LPG tabung 3 kg serta subsidi listrik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah mengalokasikan subsidi energi Rp272,945 triliun dalam RAPBN 2027.
  • Who?
    Pemerintah mengalokasikan subsidi untuk JBT, LPG tabung 3 kg, dan listrik.
  • Where?
    Jakarta.
  • When?
    Pada 2027 dalam Rancangan APBN 2027.
  • Why?
    Subsidi listrik naik karena biaya pokok penyediaan tenaga listrik dan volume listrik bersubsidi meningkat.
  • How?
    Anggaran JBT dan LPG dihitung dengan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta harga minyak mentah Indonesia atau ICP.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemerintah menyiapkan uang Rp272,945 triliun untuk subsidi energi tahun 2027. Uang ini lebih banyak dari tahun 2026. Subsidi itu untuk BBM tertentu, gas LPG tabung 3 kg, dan listrik. Subsidi listrik mendapat Rp130,109 triliun. Biayanya naik karena biaya membuat listrik dan jumlah listrik bersubsidi bertambah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah mengalokasikan subsidi energi sebesar Rp272,945 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027. Angka tersebut naik 20,1 persen dibandingkan outlook 2026 yang sebesar Rp227,258 triliun.

Kenaikan anggaran subsidi energi dialokasikan pada Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) tabung 3 kilogram (kg) serta subsidi listrik.

"Anggaran subsidi Jenis BBM Tertentu dan LPG tabung 3 kg pada RAPBN tahun anggaran 2027 direncanakan sebesar Rp142.836,5 miliar atau meningkat 22,2 persen apabila dibandingkan dengan outlook tahun 2026 sebesar Rp116.846,9 miliar," demikian dikutip dari Buku 2 Nota Keuangan RAPBN 2027.

1. Asumsi subsidi BBM dan LPG 3 kg

Polda Jabar Bongkar Mafia BBM dan LPG Subsidi, Rugikan Negara Rp19 Miliar. (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Perhitungan anggaran subsidi JBT dan LPG 3 kg pada 2027 menggunakan sejumlah asumsi dan parameter. Salah satunya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan harga minyak mentah Indonesia atau ICP.

Pemerintah juga menetapkan subsidi tetap minyak solar sebesar Rp1.000 per liter. Volume JBT minyak solar diperkirakan mencapai 19,558 juta kiloliter dan minyak tanah 539 ribu kiloliter. Sementara itu, volume LPG tabung 3 kg dalam RAPBN 2027 diperkirakan mencapai 8,945 juta ton.

2. Subsidi listrik capai Rp130,1 triliun

Ilustrasi Petugas PLN melakukan pengecekan kWh meter untuk home charging kendaraan listrik. Meningkatnya jumlah pengguna kendaraan listrik di Indonesia juga berdampak pada peningkatan konsumsi listrik dari layanan Home Charging Services (HCS) PLN. Pada Semester I 2026, konsumsi listrik HCS tercatat sebesar 110,55 GWh atau meningkat sekitar 93,59 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebesar 57,12 GWh. (dok. PLN)

Selain BBM dan LPG, pemerintah mengalokasikan subsidi listrik sebesar Rp130,109 triliun pada 2027. Anggaran tersebut meningkat 17,8 persen dibandingkan outlook 2026 sebesar Rp110,411 triliun.

"Pada RAPBN tahun anggaran 2027, anggaran Subsidi Listrik direncanakan sebesar Rp130.108,8 miliar atau meningkat 17,8 persen," tulis Buku 2 Nota Keuangan RAPBN 2027.

3. Biaya pokok penyediaan listrik naik

Ilustrasi harga listrik (IDN Times/Arief Rahmat)

Kenaikan anggaran subsidi listrik dipengaruhi peningkatan biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik dan volume listrik bersubsidi.

Peningkatan BPP antara lain dipengaruhi perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, perubahan harga minyak mentah atau ICP akibat konflik geopolitik global, serta peningkatan produksi pada pembangkit listrik berbahan bakar gas.

"Peningkatan alokasi ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik serta peningkatan volume listrik bersubsidi," tulis Buku 2 Nota Keuangan RAPBN 2027.

Editorial Team

Related Article