ilustrasi investor (IDN Times/Aditya Pratama)
Sementara itu, Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Sergio Ticoalu mengatakan, minat investor ritel terhadap IPO terus meningkat. Melalui aplikasi IPOT, pihaknya ingin memastikan akses yang lebih inklusif, cepat, dan berbasis teknologi agar investor dapat mengambil keputusan investasi secara lebih tepat.
“Kemudahan cara beli saham di IPOT ini dirancang untuk memangkas birokrasi bagi investor ritel. Fitur real-time indicator yang kami hadirkan juga menjadi diferensiasi penting, terutama untuk saham IPO yang belum memiliki data historis. Ini membantu investor membaca pergerakan pasar sejak awal,” tutur Sergio dalam pernyataan resminya, Jumat (3/4/2026).
Kondisi tersebut akan mempermudah akses Investor untuk dapat memantau status penjatahan secara real-time melalui aplikasi. Hal tersebut juga termasuk sistem refund dana cepat serta tampilan saham di portofolio sebelum hari pencatatan.
Mengacu pada SEOJK No. 25/2025, investor ritel kini mendapatkan jaminan penjatahan minimum 10 lot per SID untuk emisi tertentu, termasuk WBSA yang masuk dalam kategori Golongan III. Hal ini akan memperluas akses dan peluang yang lebih besar bagi para investor retail di bursa saham Indonesia.