Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi Tesla Cybertruck (pexels.com/Richard Harris)
  • Tesla akan mengurangi lalu menghentikan produksi Cybertruck di Gigafactory Texas sekitar pertengahan 2027, untuk membuka kapasitas produksi Cybercab yang ditujukan bagi layanan Robotaxi.
  • Penjualan Cybertruck di AS mencapai 20.237 unit pada 2025, turun 48 persen dari 38.965 unit pada 2024 dan hanya sekitar 8 persen dari target tahunan 250.000 unit.
  • Harga tinggi, desain tidak konvensional, masalah kualitas, dan recall menjadi tantangan Cybertruck; Tesla kini memprioritaskan AI, kendaraan otonom, serta layanan transportasi tanpa pengemudi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tesla mulai mengubah arah bisnisnya setelah menghadapi tantangan dalam memasarkan Cybertruck. CEO Tesla, Elon Musk, mengumumkan bahwa perusahaan akan mengurangi dan menghentikan produksi kendaraan listrik tersebut di Gigafactory Texas sekitar pertengahan 2027. Keputusan Tesla stop produksi Cybertruck muncul setelah angka penjualan mobil tersebut merosot tajam dan perusahaan tersebut ingin meningkatkan kapasitas produksi kendaraan otonom.

Cybertruck sebelumnya diperkenalkan sebagai salah satu produk paling ambisius Tesla dengan desain futuristis dan bodi baja antikarat. Namun, kendaraan tersebut belum mampu mencapai target penjualan yang pernah disampaikan Musk. Lantas, apa alasan Tesla menghentikan produksinya dan bagaimana perubahan ini memengaruhi strategi bisnis perusahaan?

1. Elon Musk alihkan produksi Cybertruck ke Cybercab

potret Elon Musk (commons.wikimedia.org/Trevor Cokley)

Elon Musk mengumumkan rencana penghentian produksi Cybertruck melalui akun X pada 6 November 2026. Tesla akan mengurangi produksi kendaraan tersebut di Gigafactory Texas sekitar pertengahan 2027 untuk menyediakan ruang bagi peningkatan produksi Cybercab. Pabrik di Austin, Texas, saat ini menjadi satu-satunya fasilitas Tesla yang diketahui memproduksi Cybertruck.

Cybercab merupakan kendaraan listrik otonom yang dirancang untuk beroperasi sebagai taksi tanpa pengemudi. Kendaraan ini tidak dilengkapi setir dan pedal konvensional karena Tesla mengembangkannya untuk layanan Robotaxi. Tesla mulai menawarkan layanan perjalanan berbayar menggunakan sejumlah Cybercab di Austin pada September 2026.

2. Penjualan Cybertruck anjlok 48 persen pada 2025

ilustrasi Tesla Cybertruck (pexels.com/Mylo Kaye)

Salah satu tantangan terbesar Cybertruck terlihat dari penjualan yang terus melemah. Tesla menjual 20.237 unit Cybertruck di Amerika Serikat sepanjang 2025, turun 48 persen dibandingkan 38.965 unit pada 2024. Penurunan tersebut memperlihatkan bahwa minat konsumen terhadap kendaraan ini belum berkembang sesuai harapan perusahaan.

Hasil penjualan tersebut juga jauh dari target ambisius yang pernah disampaikan Musk. Sewaktu Cybertruck mulai memasuki tahap produksi pada 2023, Musk memperkirakan kendaraan tersebut dapat mencapai penjualan tahunan sebanyak 250.000 unit. Akan tetapi, penjualan pada 2025 hanya mencapai sekitar 8 persen dari target tersebut, sehingga Tesla menghadapi tantangan besar untuk memperluas pasar Cybertruck.

3. Cybertruck hadapi tantangan harga dan persaingan

ilustrasi showroom mobil (pexels.com/Dextar Studio)

Cybertruck hadir dengan desain yang berbeda dari kebanyakan truk pikap di pasar Amerika Serikat. Tesla menawarkan tiga varian, yaitu Dual Motor All-Wheel Drive, Premium All-Wheel Drive, dan Cyberbeast. Harga awal ketiga varian tersebut masing-masing berada di kisaran US$82.490, US$92.490, dan US$102.490 berdasarkan daftar harga yang tercantum dalam artikel sumber.

Harga tersebut menempatkan Cybertruck di segmen kendaraan yang relatif mahal bagi banyak konsumen. Selain persoalan harga, desain bodi yang tidak konvensional juga membatasi penerimaan kendaraan ini di sejumlah pasar. Cybertruck turut menghadapi berbagai masalah kualitas dan penarikan kembali kendaraan atau recall sejak mulai dikirimkan kepada pelanggan pada 2023.

4. Tesla semakin fokus pada kendaraan otonom

ilustrasi mobil Tesla (pexels.com/Makara Heng)

Tesla stop produksi Cybertruck di Gigafactory Texas, memperlihatkan perubahan prioritas mereka dalam mengembangkan bisnisnya. Perusahaan kini semakin menekankan teknologi kecerdasan buatan (AI), kendaraan otonom, dan layanan transportasi tanpa pengemudi. Cybercab menjadi salah satu produk utama yang diharapkan dapat mendukung arah bisnis tersebut.

Perubahan strategi ini juga mengikuti keputusan Tesla menghentikan produksi Model S dan Model X pada 2026. Kedua kendaraan tersebut sebelumnya menjadi bagian penting dari perjalanan Tesla dalam mengembangkan pasar mobil listrik premium. Meski demikian, Tesla masih memasarkan Model 3 dan Model Y sebagai bagian dari lini kendaraan listriknya.

Keputusan menghentikan produksi Cybertruck menjadi tantangan sekaligus titik perubahan bagi Tesla. Penurunan penjualan menunjukkan bahwa desain futuristis dan popularitas Elon Musk tidak selalu menjamin keberhasilan sebuah produk di pasar otomotif. Kini, perusahaan harus membuktikan bahwa investasi pada Cybercab dan teknologi otonom dapat menghasilkan bisnis yang lebih berkelanjutan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article