ilustrasi kapal (pexels.com/Thomas Parker)
Putusan Mahkamah Agung tak mencakup tarif pada sektor tertentu seperti baja, aluminium, mobil, serta sebagian barang dari China karena kebijakan itu ditetapkan melalui penyelidikan resmi.
Pemerintahan masih menjalankan sejumlah investigasi aktif terhadap obat-obatan impor, drone, dan kepatuhan China atas perjanjian perdagangan yang pernah disepakati. Hasil penyelidikan tersebut dapat membuka ruang bagi tarif tambahan yang lebih terarah.
Dilansir dari BBC, untuk kebijakan jangka panjang, pemerintah berencana memanfaatkan Pasal 301 terkait praktik perdagangan tak adil serta Pasal 232 yang menyangkut ancaman keamanan nasional guna menetapkan tarif yang lebih permanen setelah masa 150 hari berakhir. Kedua ketentuan itu mewajibkan penyelidikan formal, pemberitahuan publik, dan periode penerimaan masukan masyarakat.
Kalangan pelaku usaha menilai mekanisme yang terstruktur seperti ini memberikan kepastian lebih dibanding pengumuman kebijakan mendadak, meskipun besaran tarif akhirnya bisa serupa.
Pemerintah menyatakan langkah tersebut diperlukan untuk menyeimbangkan kembali arus perdagangan, memperkuat manufaktur domestik, dan membantu mengurangi beban utang AS. Namun, bentuk akhir kebijakan tarif impor AS untuk jangka panjang masih belum pasti.