Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah mengunggah puluhan gambar hasil kecerdasan buatan (AI) berisi beragam klaim soal keuangan dan geopolitik di platform Truth Social pada Minggu (6/9/2026). Salah satu gambar menampilkan Trump duduk di Kantor Oval sambil memantau data perdagangan dan kenaikan saham Intel, disertai klaim bahwa dirinya telah menghasilkan ratusan miliar dolar untuk AS.
Unggahan tersebut tak dilengkapi bukti yang mendukung klaim keuntungan finansial itu, sementara laporan keuangan terbaru mencatat pendapatan Trump mencapai 2,2 miliar dolar AS (setara Rp39,5 triliun) pada 2025. Pemerintah AS diketahui memiliki 10 persen saham Intel sejak Agustus 2025 melalui kepemilikan pasif tanpa hak tata kelola, dengan nilai saat ini mencapai 50 miliar dolar AS (setara Rp898,5 triliun), sedangkan dokumen Office of Government Ethics (OGE) mencatat pembelian saham Intel oleh Trump senilai 50 ribu hingga 100 ribu dolar AS (setara Rp898,5 juta hingga Rp1,8 miliar) pada 3 Februari 2026 dan transaksi lebih kecil pada pertengahan hingga akhir Maret.
